Prioritas Vaksinasi COVID-19 Sempat Melambat

  • Bagikan
Sekitar 3.500 pekerja dan warga di Kawasan Berikat Nusantara di Cakung, Jakarta, divaksinasi tanggal 1 Juli lalu ketika pemerintah menggiatkan vaksinasi warga. (Courtesy: BNPB)

KAPOL.ID – Ahli Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan angka kematian yang cukup tinggi di masyarakat akibat COVID-19 merupakan dampak jangka panjang dari strategi 3T (testing, tracing, treatment) yang tidak tepat.

Menurutnya, dari awal pandemi sampai detik ini testing yang dilakukan di masyarakat masih cukup rendah, apalagi data yang dilaporkan oleh pemerintah masih banyak yang tidak tercatat. Artinya angka kematian bisa lebih tinggi dari yang dilaporkan pemerintah saat ini.

Budi mengakui laju vaksinasi di tanah air, sedikit melambat. Hal ini dikarenakan keterbatasan jumlah stok vaksin yang tersedia. Sampai Juni, katanya pemerintah mempunyai stok vaksin sebanyak 70 juta. Dari jumlah tersebut sebanyak 63 juta sudah disuntikan kepada masyarakat, yang mana 44,9 juta warga menerima suntikan pertama, dan 18,3 juta sudah menerima dosis lengkap.

“Kenapa tidak bisa lebih cepat? Karena memang jumlah vaksinnya cuma segitu. Kita di Juli akan datang hampir 30 juta dosis, dan Insya Allah Agustus 45 juta dosis, Tapi angka ini setiap hari berubah, Sampai akhir Juli akan datang sekitar 8 juta vaksin Sinovac, dan 4 juta vaksin AstraZeneca. Di Agustus kita akan kedatangan sekitar 45 juta vaksin terdiri dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan Pfizer,” kata Budi.

Ke depan, katanya, pemerintah akan memprioritaskan vaksinasi berbasis risiko seperti mendistribusikan vaksin corona ke daerah yang mempunyai angka kasus aktif COVID-19 yang cukup tinggi yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Bali.

“Kita juga akan memprioritaskan orang yang risiko tinggi wafat, yakni lansia dan yang mempunyai komorbid, itu yang harus kita utamakan. Bukan berarti kita tidak mau suntikan ke yang lain, tapi kalau kita lihat yang wafat di RS, itu adalah orang-orang seperti ini. Kita lindungi mereka dahulu,” tuturnya. [gi/ab/voa]

 

 

  • Bagikan