Siang dan Malam Dua Kali Gempa di Teluk Tomini

  • Bagikan

KAPOL.ID — Dua gempa tektonik menguncang wilayah Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah Senin malam (26/7). BMKG mengatakan gempa pertama berkuatan magnitudo 5.9 terjadi pada pukul 11:52:03 WITA dan gempa berikutnya terjadi pada pukul 20:09:07 WITA dengan kekuatan magnitudo 6.5. Warga yang panik sempat mengungsi ke tempat tinggi, namun sejauh ini belum ada laporan kerusakan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam keterangan pers yang disampaikan secara daring, Senin malam (26/7) menjelaskan episenter gempa terbaru itu terletak pada koordinat 0,77° LS; 121,95° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 58 km arah Timur Laut Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 kilometer. Gempa bumi itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Ampana Kabupaten Tojo Una-Una dengan intensitas guncangan skala V-VI MMI atau getaran dirasakan oleh semua penduduk. Sementara di Luwuk, Poso, Morowali, intensitasnya V MMI atau getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun. Seorang warga sedang mendirikan tenda terpal di depan rumahnya yang rusak akibat gempa di dusun Petakeang, Kecamatan Tapalang, Sulawesi Barat. Jumat (5/1/2021). (Foto: VOA/Yoanes Litha)

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa bumi tersebut. Namun kalau kita melihat skala MMI-nya ini termasuk cukup besar yaitu terutama di Ampana V-VI MMI, ini perlu segera di cek karena ini cukup kuat dan juga V skala MMI itu di Luwuk, Poso, Morowali ini juga dikhawatirkan akan berdampak merusak apabila di situ banyak rumah-rumah,” kata Dwikorita Karnawati.

Guncangan gempabumi ini juga dirasakan warga di sejumlah daerah lain yang berada di Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat dengan intensitas II-IV MMI.

Baca juga: Gempa 6,5 Guncang Sulawesi Tengah, Belum Ada Laporan Kerusakan

“Rekomendasi kami adalah ini khususnya masyarakat di pesisir Bolaang dan Bunta agar menjauhi pantai dan diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Dwikorita. Warga di daerah terdampak guncangan gempa diimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Mohon segera diperiksa dan pastikan bangunan tempat tinggal masyarakat cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum kembali ke dalam rumah” katanya. [yl/em]

  • Bagikan