Sabilulungan Pariwisata

  • Bagikan

Oleh Ervan Kurniawan
Penggiat pariwisata

Perkembangan Covid-19 sampai saat ini masih belum menunjukan indikasi penurunan, bahkan virus yang bermutasi yang katanya lebih membahayakan sudah masuk ke Singapura.

Sementara di Indonesia penularan Covid-19 masih terus naik. Vaksin pun masih memerlukan waktu sebelum didistribusikan. Hal ini tentunya akan menyebabkan berbagai sektor kembali ke masa ketidakjelasan.

Termasuk sektor Pariwisata yang digadang-gadang akan kembali bergairah di tahun 2021.

Prediksi berbagai ahli termasuk pemerintah Indonesia bahwa sektor tersebut di tahun 2021 masih belum akan bounce back. Untuk itu pemerintah akan lebih konsentrasi kepada persiapan 5 destinasi super prioritas dengan 3 program unggulan menparekraf sandi yaitu inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Artinya secara ekonomi, pariwisata masih belum meningkat, lebih kepada persiapan berbagai hal untuk menyambut Pariwisata New Normal.

Untuk daerah yang belum menjadi destinasi, terutama Tasikmalaya, tentunya ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Satu sisi, masyarakat Tasikmalaya tidak begitu terpengaruh, karena belum menjadi penghasilan utama.

Perkembangan pariwisata di daerah lain pun akan menjadi lambat, karena tingkat kunjungan yang sangat menurun. Ini adalah peluang Tasikmalaya untuk membangun karakter sendiri tanpa terpengaruh tren seperti yang sebelumnya.

Tantangannya adalah, mindset masyarakat Tasikmalaya termasuk para pelaku dan pemerintah daerah masih sempit, hanya berfikir ekonomis. Tantangan kita yang utama dan paling utama adalah merubah mindset tersebut dan menjadikannya karakter yang ada di masing-masing individu.

Dengan mindset yang berubah tentunya secara otomatis prilaku dan lingkungannya pun akan berubah sesuai dengan karakternya.

Sehingga diharapkan di Tahun 2022, fondasi pariwisata di Tasikmalaya akan lebih kokoh dan masyarakat sudah siap dengan masuknya Pariwisata ke kehidupan mereka.***

  • Bagikan