BIROKRASI

Salah Satu SPPG di Jatinunggal Diduga Alami Kendala Pengolahan Limbah

×

Salah Satu SPPG di Jatinunggal Diduga Alami Kendala Pengolahan Limbah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Dapur MBG. Foto:suara.com

KABAR PRIANGAN ONLINE — Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Cibala RT 01/RW 01, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, tengah menjadi sorotan warga.

Dapur skala besar tersebut diduga mengalami masalah pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga menimbulkan aroma tidak sedap di lingkungan sekitar.

Menurut informasi, bau menyengat tersebut paling sering tercium pada malam hari. Kondisi ini mengindikasikan adanya kendala teknis dalam pengelolaan limbah cair dan sisa proses memasak harian di fasilitas tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala SPPG setempat belum sempat dikonfirmasi.

Menanggapi informasi dugaan dimaksud, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Sumedang, Mega Gipar Barani, menyatakan akan segera meninjau langsung ke lokasi bersama Koordinator Kecamatan (Korcam) dan Kepala SPPG terkait.

“Langkah evaluasi dan perbaikan sistem IPAL akan segera dilakukan setelah koordinasi internal selesai. Ini penting untuk memastikan operasional dapur tetap berjalan sesuai standar kelayakan lingkungan,” ujar Mega melalui pesan tertulis, Rabu (22/7).

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua LSM Pemuda Pipin AM menegaskan bahwa pengelola dan pemerintah harus berkomitmen menjaga kualitas program MBG agar tetap higienis, beroperasi optimal, serta mematuhi aturan tanpa mengganggu kenyamanan warga.

“Keberadaan sistem pengolahan limbah pada dapur berskala besar merupakan syarat mutlak. Dalam proses memasak porsi besar, limbah cair mengandung minyak, lemak, dan sisa bahan makanan. Tanpa penyaringan yang baik, limbah tersebut dapat membusuk di saluran air dan menimbulkan bau ke permukiman,” ujarnya.

Sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) dan regulasi kesehatan lingkungan, kebersihan program MBG diukur dari makanan yang disajikan hingga kebersihan lingkungan sekitar dapur.

Poin Penting Pengelolaan Limbah Dapur Massal:

Mencegah Penumpukan: Menghindari penyumbatan dan penumpukan lemak di saluran air.

Pengolahan Cairan: Mengolah limbah cair sebelum dibuang agar tidak mencemari lingkungan.

Pengendalian Hama: Menjaga area dapur bebas dari lalat, tikus, dan bakteri/jamur.

“Program MBG bertujuan membangun generasi masa depan yang sehat dan cerdas. Oleh karena itu, keberhasilannya perlu didukung tata kelola lingkungan yang baik,” tambahnya.

Dapur umum yang menyiapkan ribuan porsi harian memiliki aktivitas sekelas industri pangan. Standar keberhasilannya mencakup ketepatan waktu, rasa makanan, serta dampaknya terhadap lingkungan. Jika pengolahan limbah tidak berfungsi baik, risiko pencemaran air tanah dan potensi penyebaran penyakit dapat terjadi.

Langkah cepat Korwil SPPG Kabupaten Sumedang untuk memeriksa dan membenahi sistem pengolahan limbah di Jatinunggal menjadi respons positif demi menjamin kebersihan, kenyamanan warga, dan keselamatan lingkungan.***