oleh

Teddy Mulyono: Tak Patuh Prokes, Pilkades Bisa Dihentikan

KAPOL.ID – Asisten Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, Teddy Mulyono mengatakan, Perbup Pilkades Serentak 16 Desember 2020 nanti, sedang digodok bersama Sekdiskominfosanditik, Dinas PMD, Dinkes, Tim Akselarasi Pembangunan, Kodim 0610 Sumedang dan Polres Sumedang di Ruang Cakrabuana Setda Sumedang.

Dalam bahasan Perbup Pilkades ditengah pandemi itu, pihaknya mengupas sejumlah poin penting.

Seperti, dalam penerapan protokol kesehatan dalam masa proses kampanye dan juga hari pelaksanaan pemilihan nanti.

Sebab prokes ini akan menjadi salahsatu kelancaran dari suksesnya pilkades serentak di Kabupaten Sumedang.

“Konsekwensinya, apabila prokes tidak dijalakukan secara ketat, ini akan menganggu terhadap hasil dari penyelenggaraan pilkades di desa tersebut. Misalnya, pas pemilihan masyarakat bergerombol, itu bisa diberhentikan,” katanya Senin 19 Oktober 2020.

Menurut Teddy, Perbup Pilkades serentak yang tengah dibahas ini, akan menjadi dasarnya.

Pemkab akan segera mematangkan perbup tersebut, mengingat waktu menuju pelaksanaan pilkades kurang dari dua bulan lagi.

Nanti juga disosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga pelaksanaan pilkades dapat terwujud dan tersosialisasikan dengan baik.

Desa-desa yang akan melaksanakan pilkades, nanti bisa mengacu pada perbup yang tengah dibahas ini.

Teddy mengatakan, bagi masyarakat yang bekerja di luar desa atau luar Sumedang dan masuk zona merah covid-19, dapat mengikuti pemilihan dengan syarat dikarantina terlebih dahulu.

“Sekurang-kurangnya 14 hari isolasi dulu. Jadi sebelum (pemilihan) harus pulang dan dikasih tahu oleh panitia (pilkades),” ujarnya.

Dikatakan Teddy, bagi masyarakat yang tidak bepergian, harus tetap mengikuti 3M (Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).***

Komentar