Wagub, Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H di Al Ma’soem

JATINANGOR, (KAPOL).- Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E., menghadiri tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H di Kampus Al Ma’soem (Dome Al Ma’soem), Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, Jumat 8 November 2019.

Menurut wagub, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, bagian dari upaya meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Terpantau, Wagub Jabar H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E., mengajak dua orang siswa SMA Al Ma’soem, yakni Gifari Jauhar Yajri dan Tasya Auliyanisa, kelas 10 MIPA 5, menyampaikan ceramah di depan ribuan siswa SD, SMP, dan SMA Al Ma’soem.

Gifari maupun Tasya menyampaikan ceramah tentang ilmu Islam, yaitu ilmu tauhid, fiqih dan ilmu tasawuf.

Kemudian, H. Uu Ruzhanul Ulum mengajak kepada siswa untuk mengulang dan menyampaikan ceramahnya yang sebelumnya disampaikan dirinya di hadapan para siswa, guru dan pengurus Yayasan Al Ma’soem Bandung.

Wagub mengapresiasi setelah kedua siswa tersebut dengan percaya diri mampu menyampaikan tentang ilmu Islam (tauhid, fiqih dan tasawuf) secara singkat yang sebelumnya dipaparkannya.

Uu Ruzhanul Ulum kemudian bersalaman dengan Gifari sekaligus menyampaikan anak itu bisa jadi calon gubernur mendatang.

“Ini yang saya inginkan. Ini generasi yang kita harapkan. Setelah saya menyampaikan (tausyiah) kemudian para siswa mendengarnya dan siswa mampu menyampaikannya kembali secara lisan di hadapan para siswa,” kata Uu Ruzhanul Ulum.

Ia memaparkan tentang ilmu Islam
yang juga menjelaskan ilmu Islam itu di antaranya ilmu tauhid.

“Ilmu tauhid adalah ilmu membahas tentang ke-Esa-an dan sifat-sifat Allah SWT,” kata Uu.

Dikatakan, ilmu tauhid membahas tentang akidah. Seseorang beriman atau tidak bergantung pada tauhidnya.

“Orang yang bertauhid disebut orang mukmin atau orang yang beriman. Konsekwensi orang bertauhid langgeng di surga. Orang beriman abadi di surga karena tahu sifat-sifat Allah SWT. Kembali saya katakan, orang yang bertauhid konsekwensinya langgeng atau abadi di surga,” katanya.

Pada kesempatan itu, wagub menjelaskan tentang ilmu fiqih yang menurutnya Ilmu fiqih disebut pula ilmu syariat.

“Ilmu fiqih menjelaskan tentang tata cara ibadah, di antaranya salat, puasa, ibadah haji. Selain itu tentang tata cara perkawinan atau rumah tangga, berniaga atau bisnis dan pemerintahan,” ujarnya.

Menurut dia, orang yang melaksanakan ilmu fiqih disebut orang muslim.

Uu Ruzhanul Ulum menjelaskan tentang ilmu tasawuf dan ilmu tasawuf adalah ikhlas untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

“Inti ilmu tasawuf adalah ikhlas. Ibadah harus karena Allah. Ibadah bagus harus belajar tasawuf,” karanya.

Dikatakan, ibadah harus memakai ilmu tasawuf dan oang yang melaksanakan ilmu tasawuf adalah muhsidin.

“Ulama juga harus paham ilmu tauhid, fiqih dan ilmu tasawuf. Itu namanya ulama besar dan ulama yang hebat. Sebagai orang Islam yang harus dipelajari adalah ilmu tauhid dulu,” tuturnya.

Wagub mengatakan, orang Islam harus mempelajari ilmu tauhid, sebelum mempelajari ilmu lainnya seperti ilmu duniawi. (KP-02)***

Diskusikan di Facebook