oleh

Yayasan Al Ma’soem Bandung Peringati Isra Mikraj, Diisi Tablig Akbar

KAPOL.ID – Yayasan Al Ma’soem Bandung menggelar tablig akbar dalam rangka memperingati Isra Mi’raj 1441 Hijriah di Dome Kampus Al Ma’soem Jalan Raya Cipacing Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, Jumat 13 Maret 2020.

Terpantau, dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW itu menghadirkan penceramah KH Muhammad Kholilulloh.

Ketua Yayasan Al Ma’soem Bandung, Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Masoem MS ikut menghadiri kegiatan tersebut.

Ia berharap peringatan Isra Mi’raj ini bisa meningkatkan iman dan takwa dalam menghadapi persiapan bulan suci Ramadan.

“Para ulama terdahulu sudah mempersiapkan puasa jauh jauh hari. Berkaca dari itu, dengan hadirnya penceramah KH Muhammad Kholilulloh bisa mengangkat bagaimana meningkatkan iman dan taqwa dalam menghadapi bulan suci Ramadan,” tutur Ceppy.

Dikatakan, KH Muhammad Kholilulloh merupakan mualaf, artinya bukan muslim sejak lahir.

“Namun pemahaman agama, dan ahlaknya jauh lebih tinggi dari pada ananda yang Islam sejak lahir,” katanya.

Memperingati Isra Miraj itu memperingati  turunnya perintah salat dari Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW.

Salat sendiri menyuruh tertib, disiplin, dan taat kepada ajaran agama Allah.

“Perilaku tertib dicerminkan pada kegiatan sehari-hari. Semisal jangan ngobrol ketika ada yang sedang berbicara. Mengerjakan sesuatu yang wajib dulu. Jadi tertib itu disiplin,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ceppy memaparkan tentang penyebaran virus corona yang belakangan ini menjadi isu Internasional.

“Berkaitan dengan virus corona, insya allah kalau wudhu, salatnya baik tidak akan terkena virus corona. Islam mengajarkan umatnya cuci tangan dan bersih bersih lima kali sehari, jauh sebelum ada virus corona,” ujarnya.

Sejumlah pihak menyarankan untuk cuci tangan dan bersih bersih, sementara di lingkungan lembaga pendidikan tersebut sudah jauh jauh hari.

Penceramah, KH Muhammad Kholilulloh bersyukur jika acaratersebut bisa dihadiri sekitar 1800 orang.

Ia mengajak semua ayang hadir untuk meningkatkan kualitas salat.

“Semakin tua, salat kita harus lebih khusu, itu tetap dilakukan sampai akhirnya Allah SWT memanggil kita. Mari kita menjadi ahli salat, mencegah perbuatan keji dan munkar, karena itu kunci masuk sorga yang kita idamkan,” ujarnya. ***

Komentar