oleh

30 Tahun Tak Tersentuh Pembangunan, Pangdam Siliwangi Turun

KAPOL.ID –
Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wirayanto beserta prajuritnya berhasil buka akses jalan yang 30 tahun lamanya tak tersentuh pembangunan.

Pembukaan akses jalan Kampung Cipurut – Bakom – Torowek, Desa Mekarsari Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, sepanjang 2,5 km melalui TMMD ke-109 Kodam III/Siliwangi.

Ia menyebutkan, sejak tanggal 22 September 2020, prajurit, pemerintah setempat dan masyarakat bahu membahu .

Kebersamaan ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa pada masa sekarang ini saat masa pandemi covid-19.

“Saya selaku Pangdam III/Siliwangi dan pribadi, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.”

“Kepada semua pihak yang telah membantu secara moril dan materiil. Kegiatan TMMD ke-109 terselenggara dengan aman dan lancar,” katanya usai meninjau hasil pembangunan desa Mekarsari, Rabu (21/10/2020).

Pelaksanaanya, melibatkan seluruh unsur TNI AU, TNI AL, Berigif Raider 13/1 Galuh, Polisi dan juga masyarakat setempat.

“Pembangunan fisik yang sudah direalisasikan baik Rutilahu, MCK, perbaikan, pelebaran pengaspalan, jalan Kampung Cipurut yang menghubungkan tiga desa bisa bermanfaat.”

“Lalu pembangunan jembatan, TPT, dan Pos Yandu mau pun kegiatan 17 non fisik,” katanya.

Akses jalan tersebut menyatukan Desa Mekarsari, Dirgahayu dan Desa Cibahayu. Terkait akses jalan yang terputus oleh lintasan rel kereta Api, kata Nugroho, diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah melalui APBD.

Pjs Bupati Kabupaten Tasikmalaya Hening Widiatmoko mengatakan, pihaknya akan berupaya mengajukan dan merencanakan untuk pembuatan jembatan penghubung.

“Kami setuju untuk pembuatan jembatan perlintasan rel kereta api. Yang jelas bagai mana caranya bisa tuntas,” katanya.

Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Inf Ary Sutrisno menyampaikan, kegiatan TMMD berlangsung dalam dua tahap yakni pra dan pelaksanaan.

“Satgas TMMD yang diturunkan dari berbagai istansi dan lintas sektoral sebanyak 150 orang.”

“Tim asistensi penyuluh sebanyak 25 orang. Dansatgas dan staf satgas sebanyak 15 orang, kelompok kompi/SSK sebanyak 10 orang,” katanya.

Salah satu penerima manfaat Ihin (60) mengungkapkan kalau dirinya merasa bangga karena rumahnya dibangun oleh pihak TNI.

“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran yang sudah bekerja keras tanpa mengenal lelah dalam melaksanakan seluruh pembangunan,” ungkapnya. ***

Komentar