PENDIDIKAN

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional, Kadisdik Sumedang: Saatnya Bangkit Lewat Deep Learning

×

Refleksi Hari Kebangkitan Nasional, Kadisdik Sumedang: Saatnya Bangkit Lewat Deep Learning

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE ( KAPOL.ID ) – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E., mengajak seluruh elemen pendidikan untuk memaknai kembali semangat perjuangan tahun 1908 melalui transformasi kualitas belajar di ruang kelas.

Menurut Dr. Eka, jika 116 tahun lalu Boedi Oetomo lahir untuk membebaskan bangsa dari belenggu kebodohan secara fisik, maka tantangan masa kini adalah menghadapi arus informasi dan krisis karakter. Ia menegaskan bahwa kunci utama kebangkitan nasional di era modern adalah melalui pendekatan Deep Learning.

Dalam paparannya , Dr. Eka membedah konsep Deep Learning yang bertumpu pada tiga pilar utama: Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning.

“Kebangkitan Nasional 1908 adalah kebangkitan kesadaran. Kebangkitan Nasional saat ini adalah kebangkitan mutu pendidikan. Kita tidak lagi sekadar butuh tambahan jam belajar, tapi perubahan cara belajar,” ujar Dr. Eka. Rabu ( 20/5).

1 Mindful Learning: Belajar dengan Kesadaran Penuh

Dr. Eka menyoroti pentingnya kesadaran dalam belajar. Siswa diharapkan tidak sekadar mengejar nilai, tetapi paham mengapa mereka belajar. Begitu pula dengan pendidik.

Guru tidak lagi terburu-buru mengejar target materi, dan siswa melepaskan diri dari distraksi teknologi (seperti ponsel) untuk hadir sepenuhnya dalam proses transfer ilmu.

2.Meaningful Learning: Menghubungkan Ilmu dengan Realitas

Ia menekankan bahwa pendidikan harus memiliki dampak sosial. Ilmu yang didapat di kelas harus menjadi solusi bagi permasalahan bangsa.

Contoh Konkret: Matematika dipandang sebagai alat menghitung anggaran desa, Bahasa Indonesia sebagai pemersatu keberagaman, dan Sejarah sebagai cermin untuk tidak mengulang kesalahan masa lalu.

3 Joyful Learning: Menyalakan Rasa Ingin Tahu

Kadisdik Sumedang ini mengingatkan bahwa rasa takut tidak boleh menjadi motor penggerak di sekolah. Belajar harus membebaskan dan manusiawi.

Menciptakan ruang aman bagi siswa untuk bertanya, berkreasi, bahkan gagal tanpa dihakimi, demi menjaga api rasa ingin tahu tetap menyala.

Menutup refleksinya, Dr. Eka Ganjar Kurniawan mengajak seluruh sekolah di Kabupaten Sumedang untuk berani berinovasi. Ia meyakini bahwa semangat Boedi Oetomo akan tetap hidup jika setiap kelas mampu menjadi ruang yang mencerdaskan akal sekaligus menguatkan karakter.

“Jika setiap kelas menjadi ruang mindful, meaningful, dan joyful learning, maka kita sedang mendidik untuk kemerdekaan yang sejati,” pungkasnya. (Guh)