PENDIDIKAN

Lewat Jalur Afirmasi RMP, Pemkot Bandung Pastikan Anak Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah

×

Lewat Jalur Afirmasi RMP, Pemkot Bandung Pastikan Anak Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan yang layak bagi masyarakat kurang mampu. Melalui Dinas Pendidikan, Pemkot Bandung memastikan setiap anak usia sekolah memiliki hak yang sama untuk mengenyam bangku pendidikan tanpa terkendala biaya.

​Langkah nyata ini dibuktikan lewat hadirnya jalur Afirmasi Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, pendaftaran tahap 1 untuk jalur Afirmasi dan Prestasi jenjang SD serta SMP tengah berlangsung sejak 8 hingga 12 Juni 2026 secara online melalui laman resmi spmb.bandung.go.id.

​Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menegaskan bahwa program RMP ini mengacu pada Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 25 tahun 2026. Regulasi ini sengaja dilahirkan demi mewujudkan pembangunan bidang pendidikan yang merata dan bermutu, sekaligus meringankan beban biaya pendidikan bagi masyarakat.

​“Program RMP ini adalah bentuk komitmen Pemkot Bandung. Warga yang kurang mampu tetap diberikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta,” ujar Asep Saeful Gufron, Rabu (10/6/2026).

​Asep membeberkan, pada Mei 2026 lalu, pihaknya telah mencairkan anggaran sebesar Rp36.356.420.400 yang dialokasikan untuk 191 sekolah dengan total 17.775 siswa RMP tingkat SD dan SMP.

Bantuan operasional ini nantinya digunakan sebagai pengganti Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP).

​Ia pun mengimbau agar para orang tua tidak perlu merasa cemas jika anaknya harus masuk ke sekolah swasta.

​“Bapak dan Ibu jangan khawatir. Bagi siswa yang lolos jalur Afirmasi RMP di sekolah swasta, tetap akan mendapatkan bantuan operasional untuk pengganti SPP dan DSP selama bersekolah di sana. Yang utama adalah anak-anak kita tetap melanjutkan pendidikan,” jelasnya.

​Lebih lanjut Asep menambahkan, bagi calon murid baru jalur afirmasi RMP jenjang SMP yang belum lolos seleksi di empat pilihan sekolah negeri, mereka masih memiliki peluang. Setelah pengumuman SPMB tahap 1, orang tua bisa memilih sekolah swasta yang kuota RMP-nya masih tersedia.

​Anggaran bantuan untuk sekolah swasta ini dikucurkan selama satu tahun dan dapat diperbarui pada tahun berikutnya, selama siswa tersebut masih terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1-5 atau masuk kategori RMP.

​Asep juga memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah yang menerima dana hibah ini agar mengelolanya dengan transparan.

​“Saya minta seluruh kepala sekolah mencermati dan merealisasikan anggaran ini sesuai aturan. Jaga amanah dan kepercayaan ini dengan baik, karena bantuan ini murni untuk warga Kota Bandung yang membutuhkan,” tegasnya.

​Jeritan Hati dan Harapan Orang Tua Siswa
​Program RMP ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat bawah. Salah satunya adalah Desi, seorang ibu rumah tangga yang suaminya bekerja sebagai sopir travel, sementara ia sendiri hanya pedagang kecil.

​Sambil berkaca-kaca, Desi mengaku sangat terbantu karena keempat anaknya bisa bersekolah dengan layak berkat program dari Pemkot Bandung ini.

​“Alhamdulillah, anak-anak saya bisa sekolah seperti anak lainnya. Sebagai pedagang kecil dan suami sopir travel, bantuan ini sangat terasa. Kami dapat bantuan sepatu, buku, seragam, hingga tas. Saya berharap program ini terus berjalan untuk membantu warga yang ekonominya pas-pasan,” ungkap Desi

​Senada dengan Desi, Kepala Sekolah SD Kemala Bhayangkari, Hesti Febriati, turut menyampaikan apresiasinya. Menurut Hesti, bantuan RMP ini tidak hanya meringankan beban siswa, tetapi juga membantu pihak sekolah dalam membenahi fasilitas belajar mengajar.

​“Bantuan operasional ini kami peruntukkan juga untuk memperbaiki fasilitas sekolah, sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman. Harapan kami, RMP ini terus berlanjut karena asas manfaatnya sudah sangat terlihat nyata,” tutur Hesti. (AM)