KAPOL.ID — Keputusan soal siapa Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya sudah terbit. Ami Fahmi akan melanjutkan kepemimpinannya, untuk periode 2026–2031.
Kepastian itu diawali sejak Minggu (19/7/2026). Beriringan dengan penyerahan Surat Keputusan dan penandatanganan Kontrak Kinerja di Kantor DPW PKB Jawa Barat.
Tidak ada euforia di balik peristiwa tersebut. Ami Fahmi justru menghadapi target yang sudah ditetapkan. Sebagaimana tertuang dalam Kontrak Kinerja.
“Kalau periode pertama membangun pondasi, maka periode ini ujian. Ujian apakah PKB benar-benar hadir untuk rakyat Tasikmalaya,” ujar Ami Fahmi.
Bagi Ami, ujian tersebut tidak mudah. Sebab DPW PKB Jawa Barat menilai Tasikmalaya sebagai wilayah yang tidak biasa. Ada basis nahdliyin kuat dan jumlah kursi di DPRD yang strategis.
Atas dasar itulah Ami menilai Kontrak Kinerja bukan perkara formalitas. Di dalamnya ada angka soal penguatan struktur, target kursi, dan program yang bisa terasa oleh warga.
Sekalipun berat, amanat sudah terletak di pundaknya. Ami sendiri berkomitmen untuk memenuhi amanat tersebut. Tidak ada waktu leha-leha.
Begitu kembali ke Tasikmalaya, Ami tidak akan menunggu pelantikan. Tapi langsung mengeluarkan titah konsolidasi partai, dari atas sampai bawah.
“Fokus kami tiga hal. Pertama, hidupkan mesin partai sampai tingkat desa. Jangan sampai ranting cuma ada namanya. Kedua, fraksi di DPRD harus lebih berisik memperjuangkan rakyat. Ketiga, siapkan kader muda yang ngerti politik tapi juga ngerti masalah pupuk dan harga gabah,” tegas Ami.
Menurutnya, PKB tidak boleh hanya kuat saat Pemilu. PKB harus jadi tempat warga mengadu saat jalan rusak, saat bantuan telat, saat anak putus sekolah.
“Kami berkomitmen penuh memenuhi target strategis partai. Tapi lebih dari itu, kami ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat Tasikmalaya secara maksimal,” tandas Ami.










