BUDAYA

Soal Kesultanan Baru, Ali Rasyid Minta Pemerintah Cek dan Dialog dengan Pengurusnya

×

Soal Kesultanan Baru, Ali Rasyid Minta Pemerintah Cek dan Dialog dengan Pengurusnya

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Belakangan ini marak munculnya kerajaan atau kesultanan baru, termasuk di Jawa Barat dan Tasikamlaya. Di Tasikamlaya ada Kesultanan Selatcau atau Selaco yang sudah ada sejak tahun 2004 silam itu.

Aktivitas kesultanan itu sama sekali tidak membuat atau menimbulkan keresahan di masyarakat.

Selatcau lebih pada melestarikan budaya di wilayah Tasikmalaya bagian selatan.

“Sejarah Indonesia sebelum merdeka kan berawal dari kerajaan kerajaan. Makanya generasi bangsa harus mempelajari sejarah di masa lalu, kemudian menghormatinya dan melestarikan kebudayaan itu bukan mempertentangkan dengan negara NKRI,” kata Anggota DPRD Jawa Barat, Ali Rasyid Sabtu (25/1/2020).

Ali Rasyid menyebutkan, sepanjang kesultanan atau kerajaan baru itu tidak melakukan tindakan penipuan kepada masyarakat dan melakukan tindakan yang melanggar hukum masyarakat tidak perlu resah.

Bisa jadi kerajaan itu sebagi wujud ekspresi masyarakat dalam memelihara kebudayaan leluhurnya dahulu.

“Masyarakat juga harus cerdas dalam mencermati fenomena munculnya kerajaan baru itu. Jangan mudah tergiur oleh iming-iming yang bisa menimbulkan kerugian. Cermati dengan bijak dan cerdas,” kata politisi Gerindra yang duduk di Komisi 5 itu.

Hanya saja kata Ali jika yang dilakukan oleh kerajaan atau kesultanan baru itu meresahkan dan menimbulkan perpecahan, apalagi mengajarkan ajaran baru di luar kebiasaan masyarakat, kerajaan atau kesultanan itu patut diwaspadai.

Masyarakat harus proaktif untuk melaporkan aktifitas yang menyimpang dari kegiatan kesultanan baru itu kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Biar para penegak hukum yang memberikan tindakan sesuai aturan yang berlaku di negara kesatuan.

Pemerintah kata Ali harus melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan melakukan dialog dengan pengurusnya. Itu dilakukan untuk memastikan apakah ini clear atau bermasalah.

Jika memang kerajaan baru itu bermasalah baru pemerintah melakukan tindakan hukum.

“Utamakan dialog dulu sebelum mengambil keputusan. Jangan asal bertindak. Jadi pihak pemerintah harus berdialog dengan para pengurus di kerajaan atau kesultanan baru,” kata politisi kelahiran Kota Tasik itu.

Ali menyebutkan di Tasikamlaya kaya akan peninggalan sejarah salah satunya kerajaan atau karesian atau kebataran Galunggung sebagai cikal bakal lahirnya kerajaan atau tata pemerintah di Tasikamlaya.

Batara atau sesepuh yang memerintah pada abad 11 itu diantaranya sang Batara Semplakwaja, Batara Kuncung Putih, Batara Kawindu, Batara Wastuhayu, dan Batari Hyang yang pada masa pemerintahannya mengalami perubahan bentuk dari kebataraan menjadi kerajaan.

Sejarah panjang bangsa Indonesia ini kata dia berawal dari puluhan bahkan ratusan kerajaan di Nusantara yang bersepakat untuk membangun dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan tidak sedikit kerajaan-kerajaan yang menghibahkan kekayaannya untuk membangun kemajuan dan kemakmuran bangsa ini. Dan ini harus dihargai oleh generasi bangsa sekarang ini sebagai bagian dari sejarah. 

Support KAPOL with subscribe, like, share and comment

Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv

Portal Web : https://kapol.tv/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv
Instagram : https://www.instagram.com/kapol_id
Portal Inside : https://kapol.id/