KAPOL.ID–Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengakui kalau pihaknya sudah mengantongi data calon penerima bantuan. Tepatnya masyarakat yang terindikasi terdampak pandemi Covid-19.
Total ada sekitar 490.960 jiwa. Sebanyak 245.960 di antaranya sudat tercatat dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Mereka itu yang sudah rutin menerima bantuan berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Sementara sisanya, sebanyak 245.000 jiwa, merupakan data dengan kategori warga miskin baru. Lebih-kurang, mereka itulah yang semula mampu, tetapi kemudian terdampak pandemi Covid-19.
Kata Bupati Ade, keseluruhan data itu berasal dari bawah. Persisnya hasil pendataan dari tingkat RT hingga Pemerintah Desa, yang kemudian diajukan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya; untuk diperjuangkan supaya mendapat bantuan.
“Saya tidak jamin itu,” ujar Bupati Ade, Kamis (30/4/2020), saat KAPOL.ID bertanya terkait akurasi data warga terdampak pandemi Covid-19; sehingga apakah nantinya bantuan akan sampai tepat sasaran atau tidak(?).
“Karena ini akan menjadi sangat relatif. Yang disebut tepat sasaran itu seperti apa? Misalnya, yang disebut miskin baru, ukurannya apa? Terus, yang disebut sedikit miskin, ukurannya apa? Itu sangat subjektif,” tambahnya.
Lebih jauh Bupati Ade menerangkan bahwa tidak ada yang bisa memberi jaminan orang dengan pendapatan Rp 500.000 atau Rp 900.000 berarti jadi miskin baru. Juga mereka yang kehilangan pekerjaan akibat PHK berarti juga tidak punya duit sama-sekali.
“Makanya saya katakan bahwa ini soal keadilan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Kalau DTKS sudah ada. Tapi kategori miskin baru itu sulit mengukurnya,” tambahnya lagi.
Karena itu, dalam penyaluran bantuan bagi warga terdampak Covid-19, tidak ada sanksi jika terjadi kesalahan sasaran. Bupati sendiri berharap semua warga menerima keadilan di tengah pandemi yang sedang melanda.
“Makanya sekarang saya berharap apa yang didata oleh Pak RT dan Pak Kuwu dapat memenuhi aspek keadilan di masyarakat. Juga jangan sampai datanya malah balik lagi ke data lama sementara data baru tidak terpakai,” tegas Bupati Ade.












