BIROKRASI

Amarah Diky Candra Ungkap Ketidaksinkronan di Tubuh Pemkot Tasik

×

Amarah Diky Candra Ungkap Ketidaksinkronan di Tubuh Pemkot Tasik

Sebarkan artikel ini
Rekayasa lalulintas di Kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari penataan konsep pemerintah setempat, beberapa waktu lalu.*

KAPOL.ID –
Pengamat pemerintahan Tasikmalaya Asep M. Tamam berpendapat ada ketidaksinkronan di internal Pemkot Tasikmalaya. Imbas amarah Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra saat menghadiri acara di Shelter Dadaha kemarin.

“Saya mengamati dari berbagai pemberitaan di media, sepertinya ada ketidaksinkronan di internal Pemkot Tasikmalaya.”

“Baik di pucuk pimpinan hingga internal birokrasi sendiri. Apakah yang dihadirkan harus seperti ini terus, kan tidak bagus,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).

Ia mengatakan, warga Kota Tasikmalaya butuh kondusifitas dan informasi yang membahagiakan. Tentang Dadaha saja bermasalah, dewas RSUD sangat bermasalah.

Belum lagi efisiensi anggaran, musim kemarau yang membuat warga berselisih untuk sumber air.

“Baiknya keduanya (wali dan wakil) memberikan informasi positif, sehingga jika ada permasalahan bisa diselesaikan bersama-sama.”

“Kalau terus-terusan seperti ini, ego sentris yang keluar, sehingga akan cukup menganggu perjalanan pembangunan di Tasik,” kata Asep.

Ia mencontohkan, persepsi mayarakat melihat Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya nampak kompak. Keduanya saling mention di media sosial, pembangunan juga berjalan.

“Meskipun saya mendengar ada dinamika internal, tapi tontonan di publik nyaman. Pembangunan juga jalan.”

“Pak wali ayolah, pa wakil juga sama. Birokrasi juga. Semua punya tugas masing-masing, masyarakat melihat dan menilai loh,” ujarnya.

Shelter Dadaha

Sebagaimana diketahui, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra terang-terangan mengungkapkan ketidaknyamanan saat menghadiri acara di Shelter Dadaha.

Bahkan beberapa instansi yang membidani urusan penataan Dadaha malah tidak ada di tempat.

“Saya tidak tahu menahu konsep penataan dadaha. Setiap ada masalah diantep wae (dibiarkan), ajak ngobrol (pedagang),” katanya.

Sebelumnya juga, Diky mengkritisi para pejabat saat menghadiri acara di PPIK. Karena bekerja hanya sebatas menunaikan kewajiban seremonial saja.

Terpisah, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menanggapi terkait penataan kawasan Dadaha. Sejauh ini ada tim penataan yang berisi dinas teknis.

“Karena itu kan teknis ya sebetulnya. Kalau dilibatkan enggak dilibatkan kan sebetulnya kita bersama-sama semuanya gitu.”

“Tim penataan ini pasti setelah rapat notulen segala macam kan ada tembusannya ya gitu,” katanya usai acara di Sekolah Rakyat.

Spiritnya, lanjut dia, Dadaha ini adalah penataan yang mengedepankan fungsi olahraga dan rekreasi kemudian juga perputaran ekonomi.

“Kalau pemerintahan kan sebetulnya semuanya satu ada RPJMD, ada visi-misi. Kalau teknis pelaporan dari setiap progres kan itu semua sudah ada,” katanya. ***