Angka Kematian Ibu dan Bayi Kabupaten Tasik Tinggi, Tiga Faktor Penyebabnya

  • Bagikan
Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tasikmalaya masih tinggi. Ada tiga faktor penyebabnya, sebagaimana dikemukakan oleh Kabid Kesmas Dinas Kesehatan, Dadan Hamdani. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Sekalipun terus menurun tiap tahun, angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tasikmalaya masih tinggi. Kabid Kesmas Dinas Kesehatan, Dadan Hamdani mengakui hal tersebut.

Dalam telaah Dinas Kesehatan, terang Dadan, ada tiga faktor penyebab tingginya angka kematian ibu dan anak. Antara lain faktor mendasar, faktor tidak langsung, dan faktor langsung.

“Faktor mendasar di antaranya geografis Kabupaten Tasikmalaya yang berbukit dan ada beberapa daerah yang fasilitasnya juga masih belum baik,” ujar Dadan di kantornya.

Sektor pendidikan juga masuk pada faktor mendasar. Tingkat pendidikan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya baru rata-rata di angka 7,2. Artinya, sekolahnya baru sampai kelas 1 SMP atau kalas 7.

Begitu juga dengan sektor ekonomi. Faktanya penduduk Kabupaten Tasikmalaya masih banyak yang miskin. Sehingga mempengaruhi mereka untuk tidak memilih fasilitas medis yang memadai saat bersalin.

“Kedua, faktor tidak langsung. Jumlah ibu hamil kita masih ada yang anemea dan KEK (kekurangan energi kronis). Sekitar 15,6 persen ibu hamil kita KEK. Ini akan sangat berpengaruh nanti pada proses persalinan dan kelahirannya,” lanjutnya.

Adapun yang menjadi faktor langsung pada kematian ibu di antaranya pendarahan hebat dan faktor usia; baik hamil pada usia terlalu muda maupun terlalu tua.

“Sementara faktor langsung kematian pada bayi di antaranya BBLR (berat badan lahir rendah) dan asfiksia (kekurangan oksigen),” tandasnya.

  • Bagikan