Bank Sampah Parhon Butuh Mesin Pencacah

  • Bagikan

KAPOL.ID –
Banyaknya sampah kiriman dari Desa Pamijahan lewat aliran Sungai Cilangga, warga yang tinggal di bantaran sungai secara sukarela mendirikan Bank Sampah.

Bank Sampah Parhon namanya, terletak di Kp/Ds Parakanhonje, Kec. Bantarkalong, Kab. Tasikmalaya.

“Sudah berjalan hampir satu tahun lebih, awal munculnya pandemi Covid 19 sekitar bulan Maret 2020 bank sampah ini berdiri,” jelas Galih inisiator dan penggagas bank sampah Parhon.

Warga Parakanhonje kata Galih, sangat apresiatif dan mendukung langkah relawan sampah di lingkungannya.

Kesadaran masyarakat mengumpulkan sampah di rumahnya masing-masing ditampung di keranjang.

“Setelah terkumpul sampahnya, relawan menarik sampah untuk dikumpulkan dan disortir ditempat pengepulan,” jelasnya.

Pihaknya sambung Galih, tidak menarif berapa uang yang yang harus dikeluarkan oleh warga.

“Ya, seikhlasnya saja,” imbuhnya sambil tersenyum.

Namun kini pungkas Galih, timbul masalah baru, tempat pembuangan akhir sampah (TPA), sisa sampah yang tidak bisa dimanfaatkan tidak tertampung meluber ke lahan milik warga.

“Solusinya kami membutuhkan tong sampah dari plastik untuk organik dan mesin pencacah sampah agar sampah bisa dipilah-pilah (dipadatkan) dan bisa dijual langsung,” katanya.

Kepala Desa Parakanhonje Abdullah sangat mengapresiasi kreativitas pemuda relawan sampah Kampung Parakanhonje.

Banyak manfaat dari adanya relawan sampah dan bank sampah ini. Seperti kesadaran buang sampah warga pada tempatnya meningkat,.

Aliran sungai Cilangla yang biasanya banyak sampah kiriman menjadi bersih dan bisa meningkatkan penghasilan bagi warga juga relawan.

“Bentuk apresiasi untuk relawan sampah, pemdes memberikan bantuan berupa motor bak sampah.”

“Kami sedang mencari solusi mencari TPA dan mesin pencacah” jelas Abdullah.

Barangkali harap kades, ada pihak yang bisa membantu pemuda relawan sampah Parhon bisa membeli mesin pencacah.***

  • Bagikan