Connect with us

PENDIDIKAN

Belajar pada Masa Pandemi, Utamakan Warga Pembelajaran Sehat dan Selamat

|

 

KAPOL.ID- Masa Vandemi Covid-19 masih juga belum selesai. Kondisi itu sangat berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah. Banyak siswa yang ingin belajar tatap muka dan merasa jenuh belajar di rumah. Namun karena vandemi keinginan itu belum bisa dilaksanakan.

Pengawas di Kantor Cabang Dinas Wilayah 12 yakni Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Dadang Abdul Patah mengatakan masa vandemi ini sistem pembelajaran mengutamakan keselamatan dan menjaga kesehatan warga pembelajaran baik itu siswa dan juga guru.

Hal itu mengacu pada surat edaran Menteri Pendidikan Nomer 4 tahun 2020 yang menegaskan bagimana siswa, guru dan orang tua atau masyarakat pembelajaran sehat dan selamat.

“Makanya dibuat sebuah kebijakan pembelajar jarak jauh atau belajar dari rumah. Modelnya ada model daring atau dalam jaringan dengan internet. Ada model luring di luar jaringan bisa melalui TVRI radio dan modul mandiri atau lembar kegiatan siswa melalui LKS. Dan juga ada model kombinasi antara daring dan luring,” katanya.

Jelas dia, satuan pendidikan atau sekolah bisa membuat pengelola pembelajaran. Apakah dengan model daring, luring atau model kombinasi. Itu disesuaikan dengan profil siswa, cara belajar siswa, kondisi orang tua dan juga sarana prasarana di sekolah.

“Tiap sekolah mungkin berbeda dan tergantung profil sekolah dan orang tua. Dan mayoritas saat ini belajar dengan sistem belajar dari rumah,” katanya.

Hanya saja, model belajar daring ini bukan model yang ideal apalagi bagi orang tua yang kondisinya tidak mampu dan tidak terjangkau jaringan internet. Kondisi ini dialami oleh sekolah yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.

“Untuk Kabupaten Tasikmalaya ada yang luring dan kombinasi tapi untuk Kota Tasikmalaya mayoritas belajar dengan sistem daring,” ujarnya.

Yang paling penting saat ini kata dia ada proses pembelajaran. Walaupun tidak maksimal. Karena dimasa vandemi ini tidak
keharusan menyelesaikan materi. Yang penting ada proses pembelajaran, jangan sampai anak tidak belajar.***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *