oleh

Dampak Sosial, OTD Jatigede Tak Henti Datangi Bupati

KAPOL.ID – Forum Komunikasi Orang Terkena Dampak waduk Jatigede Kabupaten Sumedang kembali melakukan orasinya kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang, Senin 19 Oktober 2020.

Terpantau ratusan warga OTD menggunakan kendaraan
roda dua empat mendatangi kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang.

Sementara, aparat Kepolisian menjaga ketat aksi tersebut guna pengamanan bersama Satuan Polisi Pamong Praja.

Namun sudah hampir 2 Jam belum ada satupun dari pihak Pemkab Sumedang yang menemui OTD.

Sementara menurut Abah Sabren selaku Orator Forum Komunikasi OTD Waduk Jatigede mengatakan, berkaitan aksi hari ini pihaknya hanya mengikuti penyampaian Satker di Jatigede dan P2T Kabupaten Sumedang.

“Bahwa Jalan Lingkar dan elevasi akan diselesaikan, katanya anggaran sudah ada, cuma yang jadi masalah satker Jatigede selaku juru bayar, kenapa Bupati P2T dan Sekda tidak mau tandatangan, ini ada apa?,” tandasnya.

Ia menuturkan, kalau bupati terutama P2T menanda tangani maka itu akan segera dibayar itu adalah penyampaian dari satker jatigede.

“Kalau ini tidak dibayar, Kenapa? Terminal Wado yang sudah terendam yang sudah masuk elevasi banyak rumah tunggu Kenapa langsung bayar.? Kenapa yang lain tidak ini ada apa?,” tegasnya.

Dikatakanya, yang selanjutnya mengenai kompensasi.! Katagori A dan B masih banyak yang belum diselesaikan ini kelakuan BPKP? Karena ada Doble satu katagori A dan B?.

“Tapi BPKP menyampaikan Mana yang mau diambil, apakah Tunggul apakah yang 29 pecahan KK salahsatunya, ini ada apa ? Sedangkan Nomer id yang datang dikeluarkan oleh BPKP sudah keluar,” ungkapnya.

Lanjut Abah, terus anggaranya mau dikemanakan,? Kalau diambil salah satu?.

“Kemudian mengenai masalah 82 dan 86, salah bayar salah ukur yang konon katanya akan segera diselesaikan,” katanya.

Sewaktu pihaknya bersama 5 Kementrian dan BPKP dijakarta yakni sebelum penggenangan akan dibayar, sebelum dibayar penggenangan akan ditutup, tapi ternyata penggenangan berjalan.

“Ini ada apa?, waktu pihaknya datang ke provinsi menanyakan katanya dipakai anggaran PON, dan yang sekarang mau apa lagi apa karena Covid-19,” paparnya.

Abah Sabren menjelaskan, sebenarnya ini tingal sekda dan P2T menandatangani jalan lingkar dan Elevasi jalan, kalau Bupati mau menandatanganinya dan Satker Jatigede selaku juru bayar akan membayarnya.

“Semua yang pihaknya sampaikan semuanya belum terbayar, diperkirakan hampir 30 Miliar, uangnya dikemanakan?, kenapa tidak langsung di serahkan ke masyarakat, dimana tuh uang macetnya,” ujarnya. (Ceng)***

Komentar