Dodo Alwinara, Keluarga Petani Harus Mandiri Pangan

  • Bagikan
Ketua KTNA Kecamatan Salopa, Dodo Alwinara saat berbincang dengan Kapol. Id di Lokasi P4S Pelita Alam Lestari. Kata dia masyarakat petani harus mandiri di bidang pangan agar menjadi pemenang. ***

Bagaimana menciptakan keluarga mandiri pangan, target yang dimiliki oleh seorang Dodo Alwinara, ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya.

Warga Kampung Panyiraman, Desa Banjarwaringin itu terus melakukan edukasi kepada masyarakat petani agar bisa menjadi keluarga yang mandiri di bidang pangan.

Saat ini Kang Dodo sedang membangun kawasan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Pelita Alam Lestari. Ada sekitar 5 hektar lahan bersama masyarakat yang disiapkan.

Di lokasi ini, nantinya para petani utamanya petani muda atau milenial diajarkan ilmu tentang pertanian terpadu, termasuk peternakan dan perikanan. Di samping juga ilmu agama.

“Kami ingin para petani itu belajar langsung di alam. Jadi malam nya ngaji ilmu agama, siangnya langsung praktek pertanian Peternakan dan juga bidang perikanan,” kata Kang Dodo kepada Kapol.id awal November.

Kang Dodo sudah menyiapkan lahan pertanian terpadu. Di mana di lokasi tersebut ada bangunan untuk pendidikan dan nginep bagi para petani. Ada kolam ikan untuk laboratorium perikanan, ada kandang untuk labolatorium peternakan dan juga lahan pertanian.

“Para petani muda akan kami latih secara langsung bagaimana bercocok tanam yang baik, mengelola peternakan dan juga perikanan. Dan pertanian berkelanjutan, dari kebun ke kandang dan dari kandang ke kebun,” katanya.

Target awal kata dia, pihaknya akan melatih para pemuda yang ada di wilayah Desa Banjarwaringin. Dari setiap RT satu pemuda yang akan dilatih menjadi kader pertanian desa.

Bagaimana masyarakat petani itu bisa mandiri pangan dengan memanfaatkan pekarangan yang ada. Dan itu bisa terwujud ketika pola pikir masyarakat diubah. Jadi target awal yang harus dilakukan merubah pola pikir para petani muda.

“Sayur sayuran, kedepannya masyarakat tidak harus beli. Tapi bisa memanfaatkan lahan pekarangan. Kalau tidak ada tanah bisa memanfaatkan teknologi hidroponik dan lainnya,” Ucapnya.

Bagaimana mengubah cara pandang masyarakat kata Ketua BPD Desa Banjarwaringin itu yakni dengan cara masyantren di P4S Pelita Alam Lestari miliknya.

Karena para pemateri yang disiapkan sangat kompeten di bidang pertanian perikanan dan peternakan. Disamping pengetahuan si bidang agama.

Apalagi yang sudah menyatakan siap mengajar di lokasi tersebut kebanyakan dosen dan insinyur di bidang pertanian Peternakan dan perikanan.

“Ke depan itu para petani harus benar-benar mandiri di bidang pangan. Orientasinya tidak lagi tradisional, tetapi bisnis berkelanjutan,” katanya.

Kang Dodo juga menyebutkan saat ini pihak Desa sudah mulai membangun kader pertanian desa dengan menyiapkan petani milenial. Setiap pemuda memelihara satu sampai dua ekor kambing.

“Sudah mulai jalan setiap pemuda memiliki satu ekor kambing. Dan saat ini sudah ada 42 ekor kambing yang dipelihara oleh petani milenial,” katanya.

Para petani kata Dodo harus bisa merasakan nikmatnya jadi petani. Dan tidak hanya menjadi buruh tani apalagi sampai tani tinggal daki saja. Tetapi petani harus benar-benar sukses dan bisa mengendalikan pangan dunia.***

  • Bagikan