Harmoni Komunikasi pada Masa Pandemi

  • Bagikan
Pandemi Covid-19 membuka peluang untuk melakukan kolaborasi. Bahkan diskusi antarkampus juga bisa dilakukan tanpa harus beranjak dari tempat masing-masing, dengan menggunakan teknologi komunikasi.

KAPOL.ID–Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Garut (Fikom UNIGA) menyelenggarakan diskusi virtual, Sabtu (17/4/2021).

Panitia memilih tema “Harmoni Komunikasi Global Tentang Pandangan Covid 19 Dalam Perspektif Ilmu Komunikasi” pada kegiatan tersebut.

Guru Besar Ilmu Komunikasi IAIN Ambon Prof. Dr. H. Sulaeman, M.Si bertindak sebagai nara sumber pada acara yang dibuka oleh Dekan Fikom UNIGA, Prof Dr. Hj. Ummu Salamah, M.S itu.

Lebih dari 250 orang mengikuti diskusi virtual itu. Antara lain civitas akademika (dosen, mahasiswa, dan penyaji materi) dari Fikom UNIGA, IAIN Ambon, UNPI Cianjur, dan Universitas Subang.

Selaku Dekan Fikom UNIGA, Prof. Ummu Salamah mengatakan bahwa Harmoni Komunikasi perlu diterapkan di tengah pandemi Covid-19. Untuk membentuk kedamaian yang harmonis.

“Situasi pandemi Covid-19 menjadi momen di mana manusia untuk senantiasa mampu beradaptasi dengan keadaan, seperti halnya kemampuan adaptasi dengan dunia digital atau komunikasi digital,” terang Prof. Ummu.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIGA selaku pemantik diskusi, Dr. Zikri Fachrul Nurhadi, M.Si mengemukakan bahwa kebijakan kampus merdeka memberikan ruang-ruang yang positif.

“Kebijakan itu memberikan ruang-ruang kemerdekaan belajar kepada dosen ataupun para mahasiswa untuk berpikir kritis, logis, interaktif, rasional dan mampu menciptakan ruang-ruang diskusi. Salah satunya dengan berkolaborasi,” ujar Dr. Zikri.

Pandemi Covid 19 juga dipandangnya sebagai fenomena yang sangat luar biasa. Karena berdampak pada sektor pendidikan, ekonomi, pariwisata, dan sosial budaya.

Di lain sisi, kata Zikri, Covid-19 tampaknya menjadi sasaran utama bagi para dosen atau mahasiswa untuk melakukan penelitian. Misalnya bagaimana prilaku komunikasi pengguna media sosial.

Prodi Ilmu Komunikasi UNIGA sendiri, melalui mata kuliah Teori Komunikasi dan Metodologi Penelitian, hendak mencoba mengurai permasalahan pandemi Covid-19 dari berbagai perspektif keilmuan. Di mana hasilnya akan diterbitkan menjadi buku bunga rampai.

Nara sumber inti diskusi, Prof. Sulaeman memaparkan perihal tantangan dan peluang komunikasi selama pandemi Covid-19. Baginya, pandemi ini telah memberi warna tersendiri, bahkan menjadi isu penting dalam rentang 2020-2021.

Tantangan yang dimaksud antara lain keterbatasan melakukan perjalanan aktual ke lokasi penelitian, kesulitan menentukan sumber informasi, keterbatasan pengamatan peran serta.

“Sumber penelitian juga lebih fokus pada perlindungan dari Covid-19 dari pada berbagi pengalaman komunikasi. Tantangan lainnya sistem laporan dana penelitian yang berbeda,” paparnya.

Adapun peluangnya, kata Prof. Sulaeman, antara lain perjalanan virtual ke lokasi penelitian dapat menghemat biaya dan waktu, pengalaman berperan serta dan survei dapat dilakukan menggunakan teknologi komunikasi digital.

“Menjangkau sumber informasi juga lebih efektif, bahkan dari berbagai lokasi yang berjauhan. Yang terpenting juga, dengan melakukan peneitian berbasis internet ini peneliti terhindar dari kemungkinan terpapar Covid-19,” Sulaeman menandaskan.

  • Bagikan