Jajaka Pinilih Jawa Barat 2021 dari Salopa

  • Bagikan
Syahwal Pramudia menerima penghargaan sebagai Jajaka Pinilih Jawa Barat 2021. (Foto: istimewa)

KAPOL.ID–Syahwal Pramudia, pemuda asal Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya jadi Jajaka Pinilih pada ajang Pasanggiri Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat 2021. Kegiatan tersebut terselenggara atas prakarsa Paguyuban Wajada Jabar, di bawah naungan Yayasan Nanoman Paramartha Budaya.

Syahwal sendiri mengemban misi melestarikan kebudayaan, khususnya budaya Sunda: Priangan, Dermayon ( Indramayu-Cirebon ) dan Betawi. Dirinya memfokuskan pada kajian pengembangan bahasa dan aksara, seni dan tradisi, serta permuseuman.

Syahwal berhasil lolos audisi online. Kemudian bersaing dengan 60 orang perwakilan 27 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Walaupun sempat mengalami jeda cukup lama akibat pandemi Covid-19, akhirnya dapat berlanjut ke babak final pada 26 September 2021, di New Majestic Theater Braga, Kota Bandung.

“Sebenarnya saya tidak terlalu ahli dalam bidang kebudayaan, tetapi saya bersemangat dan hobi untuk menggali kebudayaan khusnya yang ada di Sunda. Saya juga awalnya tidak menyangka bisa terpilih sebagai Jajaka Pinilih,” ata Syahwal kepada KAPOL.ID, Senin (11/10/2021).

Syahwal mengikut sertakan program miliknya bernama “Waas Pisan”. Nama itu sendiri akronim dari “Wanoh Aksara Sunda Pikeun Sadayana”. Program tersebut akan diimplementasikan di Legokawi, Sodonghilir.

Persisnya, program Waas Pisan berupa kegiatan mengenalkan kembali pengembangan aksara Sunda. Harapannya masyarakat bukan hanya mengenal, melainkan juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan bahasa Sunda.

“Saya mempelajari bahasa Sunda dari tokoh-tokoh inspiratif, yakni budayawan Edi Mulyadi. Setiap kali saya menonton channel Youtube-nya, saya terdorong untuk mengembangkan kebudayaan,” lanjutnya.

Syahwal menambahkan, dirinya mengikuti pasanggiri murni karena dorongan diri sendiri. Dukungan yang paling Syahwal rasakan selain dari orang tua, yaitu dari kawan-kawannya di Pramuka Dewan Kerja Cabang Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya merasa sayang sekali yah pada anak muda yang menganggap hal-hal yang berbau tradisional merupakan sesuatu yang tertinggal dan kuno, sehingga sudah mulai ditinggalkan oleh kaula muda sekarang. Bagi saya justru ketradisionalan itu merupakan kekayaan yang harus kita angkat sebagai ciri khas suatu daerah,” pandangnya.

Syahwal Pramudia merupakan sosok pemuda yang sangat aktif berorganisasi. Ia menjabat sebagai Kabid Humas pada organisasi Jabar Bergerak; Kabid Penelitian Evaluasi pada Pramuda Dewan Kerja Cabang kabupaten Tasikmlaya.

Sebagai mahasiswa, Syahwal merupakan anggota DEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Bidang Sosial Budaya.

  • Bagikan