Kades Cintawangi Sulap Ruang Kantor Desa Tanpa Asap Rokok

  • Bagikan

KAPOL.ID-
Menyulap ruang kantor desa tanpa asap rokok bukan perkara yang mudah, perlu kesabaran dan ketegasan.

Cacian bahkan makian mungkin kerap dilemparkan jika ada orang mengajak stop merokok.

Salah satunya dialami Kades Cintawangi, Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Tohir.

Dia menjelaskan butuh waktu tujuh tahun agar ruang kantor desanya berubah menjadi kawasan tanpa asap rokok.

“Berawal saat jadi ketua DKM di kampung sekitar tahun 2013, saat pengajian rutin kebiasaan merokok sudah sangat membudaya.”

“Pemandangan seperti ini mungkin sudah menjadi tradisi yang sulit dihapus,” jelas Tohir saat ditemui Kapol.id di ruang kantornya, Selasa (8/6/2021).

Dia mengaku sangat kesulitan bisa mengajak jamaah pengajian agar tidak merokok.

“Alhamdulillah dengan kesabaran dan pendekatan dengan berbagai pihak, termasuk dengan para ulama.”

“Hasilnya hampir seluruh masjid di Desa Cintawangi jika ada pengajian tidak ada yang berani merokok,” jelasnya.

Ada tiga kerugian kata Tohir, jika saat pengajian merokok, milaraan, (cemburu sosial), ngabalaan (polusi) dan anggaran (pemborosan).

Saat masih menjadi Ketua DKM, Tohir dipercaya terpilih menjadi Kades Cintawangi.

Iapun mencoba pengalaman kebiasaan tidak merokok disaat pengajian diterapkan di kantor desa.

“Awalnya memang kesulitan menerapkan kawasan tanpa merokok kepada stafnya. Terutama jika ada yang datang dari luar.”

“Alhamdulillah sekarang tidak ada yang berani merokok di ruangan. Bahkan yang datang ke kantor, mereka akan memadamkan rokoknya sebelum masuk,” ucapnya.

Kepala Puskesmas Karangnunggal Dadan Kusnanto sangat mengapresiasi dan mendukung Kades Cintawangi.

“Kades Cintawangi memang sangat konsen dan konsisten menerapkan kawasan ruang desanya tanpa asap rokok.”

“Tentunya ini bisa dicontoh oleh desa lainnya, baru Cintawangi yang bisa,” jelas Dadan.

Dadan berharap apa yang dilakukan kades tidak hanya diterapkan di kantor desa, tapi bisa diterapkan di kantor lainnya.

“Salut dan acungan jempol untuk kades Cintawangi, saya sendiri di Puskesmas Karangnunggal cukup kesulitan,” tutur Dadan sambil tersenyum. (Ais)***

  • Bagikan