Kelola Sampah di Level Hulu Jangan Sekadar Imbauan

  • Bagikan
Pimpinan dan Anggota Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat saat meninjau Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) Kota Cimahi, Rabu (2/6/2021).(Foto: Fajar/ Humas DPRD Jabar)

KAPOL.ID —
Pengelolaan sampah di level hulu sangat diperlukan agar semua sampah yang ada di wilayah Bandung Raya tidak dibuang di Tempat Pembuangan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS).

Wakil Ketua Pansus II DPRD Provinsi Jawa Barat, M. Faizin mengatakan pada saat ini baik Pemprov maupun empat Pemda terkait sudah sangat baik dalam memulai pengelolaan sampah di level hulu.

“Saya kira sudah sangat bagus bagaimana kita bisa memulai pengelolaan sampah di level hulu ya.”

“Karena ini memang penting agar semua tidak dibuang di akhir (*TPPAS-red),” ucap Faizin usai memimpin Pansus II dalam kunjungan ke TPPS3R Melong, Kota Cimahi, Rabu (2/6/2021).

Pengelolaan sampah yang modern di level hulu, lanjut Faizin, yakni masyarakat dengan kelompok RW yang tergabung menjadi satu.

“Saya kira penanganan yang sangat tepat karena memang sampah ini kalau tidak dikelola tepat, secara profesional, secara baik pasti berdampak negatif.”

“Terlebih TPPAS kita sudah over load seperti TPPAS Sarimukti,” ucap Faizin.

Faizin menyebut, dalam proses pengelolaan sampah harus benar-benar matang dan tidak bisa terburu-buru karena memang harus baik dalam penanganannya.

“Tentunya memerlukan proses jangka panjang untuk penanganannya tidak bisa jangka pendek.”

“Karena satu butuh goodwill untuk penanganannya di level paling dasar yaitu di masyarakat,” jelas Faizin.

Menurutnya, Kepala Daerah bersama OPD terkait diharapkan bisa menyediakan fasilitas infrastuktur TPPAS tersebut dan tidak hanya memberikan imbauan saja.

“Kepala-kepala daerah dan OPD terkait diharapkan untuk fokus juga bagaimana menangani sampah ini di level hulu, tentunya tidak hanya sebagai himbauan saja,” kata Faizin.

Bagaimana menyediakan fasilitas insfratrukturnya seperti halnya insenerator, alat-alat pengelolaan sampah yang kira-kira bisa dikelola ulang.

“Apa yang sekiranya bisa dimanfaatkan misalkan menjadi magot, kompos dan sebagainya,” tambah Faizin.

Pihaknya berharap, pemerintah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik dan benar, sehingga nantinya sampah yang sudah diolah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kedepannya kami mengharapkan pengelolaan sampah ditingkat Kelurahan bisa ditingkatkan dan dimaksimalkan.”

“Hal ini memang membutuhkan anggaran masing-masing Kabupaten/Kota, dan juga Provinsi harus terlibat melakukan gerakan penanganan sampah di level paling hulu dalam level kebijakan-kebijakannya,” tutup Faizin.(fajar)***

  • Bagikan