KANAL

Kukuhkan KSB Coblong, Wali Kota Bandung: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya Warga

×

Kukuhkan KSB Coblong, Wali Kota Bandung: Kesiapsiagaan Bencana Harus Jadi Budaya Warga

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE (KAPOL) – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tak boleh hanya dipandang sebagai persoalan teknis semata.

Lebih dari itu, mitigasi bencana harus menjadi budaya yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
​Pernyataan tersebut disampaikan Farhan saat mengukuhkan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Coblong di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jumat (31/7/2026).

​Farhan mengingatkan, Kota Bandung memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap potensi bencana, terutama akibat aktivitas Sesar Lembang. Sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat, dampak bencana di Kota Bandung dipastikan bakal berimbas luas.

​”Kesiapsiagaan menghadapi bencana harus berada dalam konteks kultural atau pembudayaan. Jangan dianggap sekadar persoalan teknis, tetapi harus menjadi kebiasaan masyarakat,” ujar Farhan.

​Ia mencontohkan, kebiasaan sederhana seperti paham titik evakuasi, mengerti langkah penyelamatan mandiri, hingga kepedulian untuk saling tolong-menolong harus terus dipupuk.

​Menurut Farhan, budaya siaga bencana amat erat kaitannya dengan nilai gotong royong. Ia meminta warga tidak terjebak dalam pola pikir individualistis yang melulu mengandalkan pemerintah.

​Apalagi, pergerakan pilar sosial di lapangan seperti RT, RW, Posyandu, PKK, Karang Taruna, LPM, Tagana, hingga KSB adalah bukti nyata kekuatan warga.

​”‘Warga jaga warga’ itu bukan sekadar slogan, tapi kesepakatan hati untuk saling menjaga. Saat terjadi darurat, utamakan aksi nyata saling membantu dibanding sekadar mendokumentasikan kejadian,” tegasnya.

​Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, menjelaskan bahwa pembentukan KSB merupakan amanat UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

​Berdasarkan hasil pemetaan, potensi ancaman Sesar Lembang tak bisa dipandang sebelah mata.

​”Sekitar 62 persen wilayah kecamatan di Kota Bandung, atau 20 dari 30 kecamatan, berpotensi terdampak aktivitas Sesar Lembang,” ungkap Yorisa.

​Untuk menekan risiko tersebut, Pemkot Bandung terus memperluas pembentukan KSB. Hingga kini, sudah ada lima KSB yang dikukuhkan, yakni di Kecamatan Mandalajati, Ujungberung, Cidadap, Sukasari, dan yang terbaru Kecamatan Coblong.

​Setiap KSB dibekali dengan Gardu Sosial sebagai pusat koordinasi, Lumbung Sosial untuk cadangan logistik, serta didukung personel Tagana dan sarana kebencanaan yang memadai.

​”Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pilar sosial semakin solid sehingga risiko bencana di Kota Bandung bisa kita tekan seminimal mungkin,” pungkasnya. (JAE)