oleh

Lima Tenaga Kerja Asal Sumedang, Berangkat ke Jepang

Asep Sudrajat: Rencana Desember 2020 Akan Diberangkatkan 20 Orang

KAPOL.ID – Sebagai bentuk kerja sama dengan Pemerintah Jepang dalam bidang ketenagakerjaan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang telah memberangkatkan lima orang tenaga kerja dari Sumedang ke Jepang, Selasa (17/11).

Kelima orang tersebut ialah Egnes Riana, Encep Adang Nugraha, Nono Wartono, Jayastya Putra dan Muhammad Hilman Pajar Nugraha.

Mereka diberangkatkan melalui Program Magang di Jepang Lembaga Pelatihan Kerja Mirai Nusantara.

Kepala Dinaskertrans Asep Sudrajat mengatakan, pemberangkatan tenaga kerja tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Daerah dalam rangka pengentasan kemiskinan sebagai tindak lanjut MoU antara Pemkab Sumedang dengan Pemerintah Jepang.

“Ini merupakan kebijakan dari Bupati, Wakil Bupati dan Sekda dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan mengatasi pengangguran. Kerja sama sudah dilakukan pada saat Kabupaten Sumedang melakukan MoU dengan Jepang pada saat kunjungan kerja,” ungkapnya.

Dikatakan Asep lebih lanjut, pemberangkatan ke Jepang sangat berbeda dengan pemberangkatan ke negara lain di Asia dimana Jepang merupakan negara yang sangat ketat dalam standar kesehatan, ‘atitude’dan kemampuan berbicaranya.

“Alhamdulilah dengan ditata kembali manajemen administrasi dan hubungan baik dengan Jepang, dari 50 orang tenaga kerja yang siap berangkat, 5 orang diantaranya sudah diberangkatkan pada tahap pertama hari ini,” ujarnya.

Ditambahkan Asep, rencananya pada bulan Desember 2020 akan diberangkatkan kembali sisanya 20 orang yang mendapatkan kontrak.

“Disnakertrans terus berupaya dalam memfasilitasi para tenaga kerja ke Jepang. Kegiatan ini berlanjut lagi di Tahun 2021,” ungkapnya.

Ditambahkan Asep, Disnakertrans juga menjamin bahwa tenaga kerja yang diberangkatkan dari Kabupaten Sumedang benar-benar yang kompeten di bidangnya karena telah melewati beberapa tahapan seleksi dan pelatihan.

“Kami akan mengambil langkah-langkah bagaimana mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten sehingga bisa mengirimkan tenaga kerja lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Asep pun menerangkan mengapa persiapan berangkat ke Jepang memerlukan waktu yang lama.

“Untuk bisa berangkat bekerja di Jepang tentunya harus mengikuti dulu Pelatihan Dasar Budaya dan Bahasa Jepang selama 4 bulan. Kemudian mengikuti seleksi wawancara dengan perusahaan Jepang. Kalau sudah terpilih, masuk pada tahap Pemantapan Bahasa dan Keahlian selama 3 bulan sambil mengurus dokumen. Jadi untuk bisa bekerja ke Jepang dibutuhkan waktu minimal 8 bulan persiapannya,” katanya.

Selaras dengan Kadisnakertrans, Bupati H Dony Ahmad Munir menyebutkan, pengiriman tenaga kerja tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan kerja Pemkab Sumedang Ke Jepang.

“Jepang juga telah melakukan kunjungan balasan ke Sumedang sehingga kami melakukan MoU kerjasama terkait mengirimkan tenaga ahli untuk bekerja di Jepang. Alhamdulillah hari ini sudah diberangkatkan 5 orang tenaga kerja dari Sumedang dan sisanya 20 orang akan diberangkatkan pada bulan Desember,” katanya.***

Komentar