Connect with us

OPINI

Masjid Tidak Sepi, Ia Ada Bahkan Berlipat Ganda

|

KH. Sa'dulloh, SQ | Mudir Tahfidz Ponpes Al Hikamussalafiyyah Sumedang

BULAN Ramadan kali ini, kita sedang diuji oleh sang Mahakuasa menghadapi wabah yang begitu cetar dan membahana bahkan mengguncangkan dunia.

Ia bernama virus corona atau biasa disebut Covid-19. Yang telah mengubah rumah-rumah-Nya pada bulan suci, biasanya ramai menjadi sunyi.

Ini sesungguhnya Rapid Test bagi orang-orang yang beriman.

Apakah kita masih punya stamina untuk melaksanakan terawih dan tadarus meski dalam keadaan sendiri? Karena, adanya pandemi ini, ataukah justru kita meninggalkannya?

Corona adalah makhluk Allah Swt, yang tak akan lepas dari hisab atas pembuatannya.

Akankah ia mendapat siksa yang pedih sebab telah membuat rumah-Nya sepi?

Ataukah justru kita sebagai manusia yang akan dimintai pertanggungjawaban terkait bagaimana menyikapi kondisi ini?

Emha Ainun Najib, tahun 1987 pernah menulis puisi tentang masjid. Yang kiranya menarik kita tarik pada era pandemi ini sebagai refleksi:

Masjid itu dua macamnya
Satu ruh, lainnya badan
Satu diatas tanah berdiri
Satu bersemayam dihati

Masjid batu bata
Berdiri di mana-mana
Masjid sejati
Tak menentu tempat tinggalnya

Dari puisi itu, kita tahu bahwa korona hanya mampu mengosongkan masjid batu bata yang berdiri di atas tanah.

Masjid yang akan kita bangun dalam situasi pandemi ini yaitu ada dalam ruh kita, yang tidak akan pernah mampu diruntuhkan dan di kosongkan oleh siapapun, kecuali kita sendiri yang menghancurkan dan mengosongkannya.

Di hadapan Allah SWT, mungkin corona punya dalih bahwa ia justru melipat-gandakan rumah-Nya melebihi jumlah kasus positif yang ada.

Kini setiap rumah menjadi masjid, menjadi tempat ibadah.

Artinya, ikhtiar yang sedang dilakukan pemerintah saat ini bermula Physical Distancing, terus Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan yang lainnya sangatlah tepat guna memutus penyebaran virus Covid-19.

Yang terpenting kita saling kerjasama, saling peduli, saling menyadari satu sama lain. Supaya kita bisa seperti sediakala.

Tetaplah di rumah, perbanyaklah berdoa dan jadikan rumah kalian tempat beribadah seperti halnya masjid.***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *