KANAL

Memburu ‘Zero Dose’ hingga Gang Sempit: Ikhtiar Pemkot Bandung Selamatkan Masa Depan Anak

×

Memburu ‘Zero Dose’ hingga Gang Sempit: Ikhtiar Pemkot Bandung Selamatkan Masa Depan Anak

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID – Persoalan kesehatan anak bukan sekadar urusan angka di atas kertas. Di balik istilah teknis Zero Dose/kondisi anak yang belum tersentuh satu pun dosis vaksin dasar ada pertaruhan masa depan generasi bangsa yang harus segera diselamatkan.

​Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, di Ruang Multi Media UPTD Pelatihan Kesehatan Dinkes Jabar, Selasa (12/5/2026).

​Farhan secara blak-blakan menyebut bahwa tantangan terbesar di lapangan bukan hanya soal logistik vaksin, melainkan derasnya arus disinformasi dan penolakan dari sebagian kelompok masyarakat.

​“Fenomena anak zero dose ini bukan sekadar statistik. Ada masa depan anak-anak yang harus kita jaga. Kita masih berhadapan dengan perbedaan pandangan dan pengaruh informasi yang tidak tepat di tengah masyarakat,” ujar Farhan

​Sadar bahwa pemerintah tak bisa jalan sendiri, Farhan menggaungkan strategi kolaborasi total atau yang ia sebut sebagai Kerja Sama 360 Derajat. Menurutnya, garda terdepan seperti kader Posyandu, tokoh agama, hingga pengurus RW harus bahu-membahu meluruskan persepsi warga yang masih ragu terhadap imunisasi.

​“Agar anak-anak kita tidak kehilangan hak dasarnya, keterlibatan akademisi hingga media menjadi kunci. Semua harus bergerak dalam satu lingkaran yang sama,” tambahnya.

​Senada dengan Farhan, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, memaparkan data yang cukup mengkhawatirkan. Di tahun 2025 ini, tercatat sekitar 2,3 juta anak di Indonesia masuk dalam kategori zero dose. Mereka rentan terhadap ancaman penyakit mematikan seperti campak, polio, hingga difteri.

​Catatan Capaian Imunisasi:

​Cakupan Nasional: ± 80%
​Target Kekebalan Komunal: Minimal 90%
​Capaian Jawa Barat: Berhasil menekan angka zero dose dari 102 ribu menjadi 67 ribu anak dalam satu tahun.

​Dante secara khusus memberikan apresiasi kepada Jawa Barat yang mampu memangkas angka anak tanpa vaksin hingga 40 ribu jiwa dalam waktu singkat. Ia optimistis Bandung bisa menjadi barometer nasional dalam inovasi pelayanan kesehatan.

​Peran Media Melawan Disinformasi
​Di akhir kunjungannya, Wamenkes menitipkan pesan kuat kepada insan pers. Baginya, media massa adalah “benteng” untuk menghalau hoaks yang bertebaran di media sosial.

​“Media harus hadir sebagai bagian dari solusi. Berikan edukasi yang benar. Menjaga kesehatan anak-anak adalah investasi terpenting bagi masa depan bangsa ini,” pungkas Dante.

​Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa urusan imunisasi adalah urusan bersama. Kini, tantangannya tinggal satu: sejauh mana kolaborasi tersebut mampu menyentuh pintu-pintu rumah warga di gang-gang sempit Kota Bandung. (Jm)