Pembelajaran Tatap Muka Obati Kejenuhan Anak

  • Bagikan
Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi memandang bahwa pembelajaran tatap muka solusi efektif untuk mengobati kejenuhan anak didik karena terlalu lama tinggal di rumah. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Sudah hampir sepekan peserta didik di Kabupaten Tasikmalaya mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Meski belum normal seutuhnya, karena masih banyak pembatasan, seperti pembatasan jumlah hingga 50 persen.

Pembelajaran tatap muka terlaksana atas Intruksi Bupati Tasikmalaya Nomor 11 tahun 2021, mengingat Kabupaten Tasikmalaya berstatus PPKM Level 2, berbeda dengan kabupaten/kota lain di Jawa dan Bali yang berstatus PPKM Level 3.

Atas dibukanya sekolah dengan pembelajaran tatap muka, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi memandang memang sudah semestinya seperti itu. Toh sejak awal Kabupaten Tasikmalaya sudah PPKM Level 2.

Ketua DPRD juga sepakat jika ada sejumlah pembatasan selama praktik pembelajaran tatap muka. Katanya, seperti dengan cara bergantian jadwal masuk kelas sesuai dengan tingkatan, juga dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta waktu yang tidak terlalu lama di sekolah.

“Jelas ini menjadi obat yang efektif dari kejenuhan anak-anak di rumah dengan ketemu meman-temannya dan guru-gurunya. Itu juga solusi agar bisa meningkatkan imunitas tubuh. Anak-anak juga didorong agar biasa mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak,” tambahnya.

Politisi dari partai berlambang burung garuda, Gerindra, tersebut juga tidak memungkiri bahwa boleh jadi pembelajaran secara daring menimbulkan efek negatif. Misalnya, meski butuh penelitian khusus, bisa saja berdampak pada meningkatnya tingkat kenakalan anak.

“Dengan banyaknya waktu dan ruang di rumah karena belajarnya sebentar, bisa saja kan setelah itu anak-anak bermain game dan mendownload hal-hal lain, itu mungkin ada dampaknya terhadap kenakalan anak. Karena itu kita mesti peduli terhadap mereka,” tandasnya.

  • Bagikan