Pemerintah, Kepala Sekolah dan Pengawas Sepakati PTM; Inilah Pertimbangannya

  • Bagikan
Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Tasikmalaya akan segera dilaksanakan. (Foto: kapol.id/Amin R. Iskandar)

KAPOL.ID–Kabupaten Tasikmalaya menatap pembelajaran tatap muka (PTM). Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto mengaku bahwa pihaknya dalam proses penerbitan regulasinya: Keputusan Bupati dan Juklak-Juknisnya.

Kata Ade, pemberlakuan PTM sudah menjadi kesepakatan antara pemerintah, kepala sekolah dan pengawas. Semua pihak telah menggelar rapat bersama tempo hari di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya.

“Sudah ada kesepakatan bersama semua kepala sekolah dan pengawas, kita bisa segera memberlakukan pembelajaran tatap muka terbatas tetapi dengan berbagai syarat,” terang Ade Sugianto, Senin (16/8/2021).

Kesepakatan tersebut, lanjut Ade, berangkat dari beberapa pertimbangan. Pertama karena peserta didik sudah tidak terkendali. Misalnya ada sebagian peserta didik pindah sekolah hanya karena sekolah negeri tidak dibuka (belajar daring, Red.).

“Yang kedua para guru pun sudah rindu untuk bisa ngajar secara normal kembali. Yang ketiga, dorongan dari para orangtua. Kabupaten Tasikmalaya juga hari ini sudah masuk PPKM level 2,” lanjutnya.

Di samping itu, Ade mengaku bahwa dirinya bukan hanya mendapatkan informasi melainkan merasakan sendiri bahwa sekolah bukan hanya kegiatan tranfer pengetahuan; melainkan juga penanaman tata, krama, dan sosialisasi.

Sementara terkait PPKM level 2, Bupati Tasikmalaya menekankan bahwa itu bukan berarti sudah tidak ada korona. Karena itu dirinya meminta semua pihak memikirkan hal yang sama, mengkhawatirkan hal yang sama, dan mewaspadai hal yang sama.

Termasuk soal PTM, meski diberlakukan masyarakat tetap harus waspada. Dalam waktu dekat PTM akan dicoba. Kemudian akan dievaluasi perkembangannya dalam waktu dua minggu ke depan.

“Mudah-mudahan kekhawatiran kita yang selama ini ada bahwa anak-anak yang harus kita protek atau bakal menjadi permasalahan, mudah-mudahan jadi terbalik. Sebagaimana kekhawatiran kita terhadap santri yang ternyata membawa kita ke level 2,” tandasnya.

  • Bagikan