Pemprov Jabar Akan Bantu dan Dampingi Ekonomi Anak Yatim Piatu Dampak Covid-19

  • Bagikan
Pemprov Jabar menggelar santunan inspirasi anak yatim. (Foto: kapol.id/Megi Minati Dwi Putri)

KAPOL.ID–Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menggelar santunan inspirasi anak yatim. Kegiatan bertema “Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Dampak Covid-19”.

Kepala DP3AKB Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka menjelaskan, pihaknya akan mencoba untuk memenuhi hak-hak anak yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19.

“Meskipun ada data yang berbeda angka, itu tidak masalah, yang penting anak-anak kita yang terdampak ini terdata semuanya,” ucap Wiyati di Taman Museum Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/9/2021).

Di bawah koordinasi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang berkolaborasi dengan Dinas Sosial Jabar, Wiyati menyebutkan bahwa pihaknya sudah membuat sistem yang bekerja sama dengan Unicef bernama Rapid Pro.

“Untuk mendata anak-anak yang terdampak Covid-19 kita minta data dari Kadinsos. Kita input ke Rapid Pro itu. Sampai hari ini Jawa Barat menduduki peringkat kedua terbanyak, ada 6.614 orang yang sudah terinput,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Jabar, Dodo Suhendar menyebutkan, anak yang terkonfirmasi kehilangan orang tuanya karena Covid-19 akan mendapatkan pendampingan dan bantuan ekonomi dari pemerintah.

“Untuk jangka pendek sekarang katakanlah bantuan awal, berupa uang sekitar Rp 300 ribu per orang, sepatu sebanyak 2.500 pasang dan ada sembako,” ucap Dodo.

Kata Dodo lebih lanjut, pihaknya mengajak lembaga lain untuk turut berpartisipasi dalam program ini. Sebab, pada akhir tahun nanti akan terhimpun data pola kebutuhan anak yang terdampak Covid-19.

“Ke depannya boleh saja masyarakat Jawa Barat yang ingin menjadi orang tua asuh yang bisa memberikan bantuan ekonomi, memantau perkembangan akhlak dan sebagainya,” pungkasnya.

  • Bagikan