BIROKRASI

Prabowo “Semprot” Intelektual Pembela Koruptor: “Punya Gelar Tapi Pakai Otak untuk Lindungi Garong!”

×

Prabowo “Semprot” Intelektual Pembela Koruptor: “Punya Gelar Tapi Pakai Otak untuk Lindungi Garong!”

Sebarkan artikel ini

CILACAP, KAPOL.ID – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan taringnya dalam perang melawan korupsi. Di sela-sela peresmian Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4), Presiden melontarkan teguran keras yang menyasar kalangan akademisi dan profesional.

Dalam pidato yang bernada tinggi, Prabowo secara spesifik “menyentil” oknum profesor dan insinyur yang dinilai telah menggadaikan integritas mereka demi keuntungan para koruptor.

Prabowo menyatakan kekecewaannya terhadap fenomena di mana gelar akademis tinggi justru digunakan untuk merancang skema hukum atau dalih teknis yang melegitimasi penyelewengan uang negara.

“Saya melihat banyak orang pintar, profesor-profesor, insinyur-insinyur, gelarnya deret tapi kepintarannya justru dipakai untuk mencari celah melindungi koruptor. Ini pengkhianatan terhadap ilmu pengetahuan!” tegas Presiden berdasarkan video yang beredar di medsos.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa proyek investasi raksasa senilai lebih dari Rp110 triliun ini tidak akan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat jika sistem birokrasi masih digerogoti oleh “tikus” yang dilindungi oleh kaum intelektual. Menurutnya, hilirisasi industri harus berjalan beriringan dengan pembersihan moral di struktur kekuasaan.

Ia juga memperingatkan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang mencoba menghalangi upaya penegakan hukum, termasuk mereka yang berada di balik layar sebagai penasihat atau pembela para “garong” uang rakyat.

Menutup orasinya, Prabowo kembali menekankan bahwa martabat seseorang tidak diukur dari panjangnya gelar di depan nama, melainkan dari pengabdiannya kepada bangsa.

“Lebih mulia rakyat kecil yang jujur daripada orang-orang berpendidikan tinggi yang menggunakan otaknya untuk mencuri dari rakyat sendiri,” pungkasnya disambut riuh tepuk tangan peserta yang hadir.

Langkah ini mempertegas posisi Prabowo yang kian agresif dalam memburu pelaku tindak pidana korupsi, sekaligus menjadi peringatan terbuka bagi kelompok elite agar berhenti bermain api dengan anggaran negara. (Guh)***