Prawita Genppari Dorong Wisata Berbasis Gotongroyong Curug Telu Bojongsari

  • Bagikan

KAPOL.ID-
Pariwisata berbasis gotongroyong mandiri menjadi program utama dan unggulan Pegiat Ragam Wisata Nusantara Gerakkan Pencinta Pariwisata Indonesia (Prawita Genppari).

Ketua Umum Prawita Genppari, Dede Farhan Aulawi menjelaskan, Kabupaten Tasikmalaya sangat kaya dengan potensi sisata alam, laut, gunung sungai, seni, sejarah dan budayanya.

Dia sangat optimis jika pariwisata di Kabupaten Tasikmalaya dikelola dengan baik, bisa mendorong peningkatan ekonomi warga di daerahnya memiliki potensi wisata yang sangat beragam.

Pariwisata berbasis gotongroyong mandiri dan berbasis pesantren kata Dede, menjadi progres prioritas Prawita Genppari, dalam upaya mendongkrak perekonomian di pedesaan dan pesantren.

“Apresiasi yang sangat tinggi kepada Kepala Desa Bojongsari dan warganya terutama semangat bergotong-royong.”

“Dalam menata dan mengelola wisata air sungai Curug Telu,” jelas Dede, disela penyerahan SK Kepengurusan Prawita Gennpari, Desa, Bojongsari, Kec. Culamega, Kab. Tasikmalaya, Minggu (28/11/2021).

Dia melihat warga Desa Bojongsari dikomando kadesnya bergotongroyong mengelola dan menata sendiri wisata Curug Telu.

Tanpa bergantung hanya mengandalkan bantuan pihak luar atau pemerintah.

“Barangkali ini bisa dicontoh desa lainnya sehingga multiplier efeknya bisa menyebar ke bidang lainnya,” harap Dede.

Ditempat yang sama Ketua Parwita Gennpari Kab. Tasikmalaya, Rizal menambahkan, ada 24 desa binaan Prawita Gennpari di Kab. Tasikmalaya.

Penerapan wisata gotongroyong dan mandiri mulai dari Desa Bojongsari, Kec. Culamega (Curug Telu), Desa Tanjungsari, Kec. Salopa (Curug Cimanintin).

Lalu Desa Sarimukti, Kec. Karangnunggal (Gua Ciluguna), Desa Nagrog, Kec. Cipatujah (Tonjong Cenyon) dan desa lainnya.

“Desa Bojongsari dengan Curug Telu-nya bisa menjadi penggerak wisata desa, khususnya di Tasik selatan,” harapnya.

Kades Bojongsari, Guntur Ivan Kurnawan menuturkan, akan berupaya semaksimal mungkin curug atau gua yang ada di desanya menjadi paket wisata yang menarik bagi wistawan.

“Alhamdulillah antusias dukungan masyarakat tanpa pamrih membangun fasilitas pendukung.”

“Seperti toilet, saung istirahat, mushola di Curug Telu kini sudah terwujud untuk memanjakan para pengunjung,” tuturnya.

Dana dan Enus, warga Kampung Culamega sangat mendukung upaya Pemdes Bojongsari telah mengelola dan menata wisata desa Curug Telu.

“Banyak terjadi perubahan setelah Curug Telu dikelola, kini warga Bojongsari lebih antusias lagi untuk menata.”

“Agar pengunjung bisa datang menikmati indahnya Curug Telu dengan aman dan nyaman. Paling utama meningkatkan ekonomi warga,” ungkap Dana diamini Enus.***

  • Bagikan