KANAL  

Sempat Dikatakan “Beritanya Fitnah”, Dugaan Keracunan Massal di Sodong Diselidiki Polisi

Sejumlah warga menjalani perawatan di Puskesmas Sodonghilir. (Foto: istimewa)

KAPOL.ID–Fenomena sakit massal yang menimpa puluhan warga Kecamatan Sodonghilir, Kabupaten Tasikmalaya, kini dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Sejak awal diduga akibat keracunan makanan idangan sebuah hajatan.

Beberapa hari lalu, berita sejumlah media massa ihwal kejadian tersebut dikatakan fitnah dan hoaks. Seorang pimpinan Pesantren Al-Hikmah mengatakan itu dalam sebuah video singkat, yang diunggah dalam akun Face Book atas nama Kang Ebin.

Unggahan Kang Ebin tersebut tidak sampai dua hari. Pemilik akun menghapusnya keesokan harinya. Sementara upaya memastikan penyebab sakit massal tersebut masih terus berlanjut.

Pada Senin (24/1/2022), Satreskrim Polres Tasikmalaya langsung terjun ke lokasi. Antara lain melakukan pemeriksaan ke rumah warga yang menggelar hajatan. Tepatnya Kampung Narawita, Desa-Kecamatan Sodonghilir.

“Petugas kami sudah ke TKP. Termasuk meminta keterangan dari para saksi dan dari beberapa orang warga yang mengeluhkan diare dan mual setelah makan menu makanan hajatan,” terang Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Dian Pornomo.

Sementara terkait kepastiannya, masih harus menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan minuman dari tempat hajatan, serta muntahan bebera pasien. Hingga kini hasil uji sampel tersebut masih berada di laboratorium Provinsi Jawa Barat.

“Saat ini sampel makanan masih diuji lab. Belum diketahui apakah kandungannya. Yang jelas, kami masih melakukan penyelidikan,” tandas Dian.

Data warga yang mengalami sakit dengan gejala diare, mual, pusing, nyeri ulu hati; sendiri mengalami beberapa kali perubahan. Mula-mula sebanyak 63 orang. Kemudian mengalami penambahan menjadi 83 orang. Kemudian menjadi 85 orang.

Beberapa orang di anyaranya sampai menjalani rawat inap di Puskesmas Sodonghilir; di samping yang menjalani rawat jalan. Satu lainnya ada yang meninggal dunia, namun karena yang bersangkutan sejak sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit cukup berat.