Sineas Tasik dan Garut Diskusi Film Pendek

  • Bagikan
Ratusan sineas yang berasal dari Garut dan Tasikmalaya mengikuti acara pemutaran dan praktik pelatihan pembuatan film pendek di Hotel Horison. Kegiatan ini terselenggara atas prakarsa Ferdiansyah.

KAPOL.ID–Ratusan sineas berkumpul di Hotel Horison Tasikmalaya, Sabtu (12/6/2021). Sineas yang di antaranya ada pelajar dan mahasiswa asal Tasikmalaya dan Garut itu mengasah kemampuan melalui Diskusi dan Pemutaran Film Pendek.

Kegiatan itu sendiri terselenggara atas prakarsa Ferdiansyah, anggota DRR RI Daerah Pemilihan Jabar XI; yang meliputi Kabupaten Garut, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Katanya, melalui acara tersebut, pihaknya hendak memotivasi kembali sineas yang sudah ada.

“Sambil mengupgrade apa yang selama ini kami berikan juga. Karena kalau tidak salah ingat, ini kali keempat yang kami selenggarakan. Mereka harus mengikuti perkembangan juga. Situasi berubah,” ujar Ferdiansyah.

Selain itu, lanjut Ferdiansyah, kegiatan tersebut juga bertujuan menjaring bibit-bibit calon sineas. Karena itu, di samping diskusi, para sineas juga diajak mempraktikkan cara pembuatan film pendek. Meski kesempatannya sangat singkat.

Ada harapan dalam diri Ferdiansyah agar muncul minat dan keinginan kuat para peserta untuk membuat film. Ia siap menjembatani sinergitas antara sineas dengan berbagai lembaga yang bisa berkontribusi. Misalnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Parawisata Ekonomi Kreatif, serta pemerintah daerah.

“Kalau ini memungkinkan dan ada peluang, mengapa tidak munggkin kita menggelar Festival Film Pendek, mungkin sedapil Jabar XI. Kota/Kabupaten Tasik dan Garut. Namun perlu dukungan semua,” lanjutnya.

Dalam telaahan Ferdiansyah, sineas sekarang begitu beruntung. Karena perkembangan zaman sedikit banyak mempermudah proses produksi film. Dengan handphone saja sudah bisa mengambil gambar, mengedit, hingga memublikasikannya.

Hal senada disampaikan salah satu seniman asal Tasikmalaya, Tatang Pahat. Menurutnya, kini para sineas berhadapan dengan peluang besar. Apalagi menghadapi peralihan dari tv analog ke tv digital.

“Itu peluang bagi kreator konten atau sineas yang ada di Tasikmalaya. Di sisi lain, membuat film itu tidak seperti dulu. Harus ribet dan sebagainya. Untuk publikasi atau sosialisasinya juga sangat mudah. Karena kekuatan media sosial dan youtube bisa menjadi bahan untuk berekspresi. Termasuk di dalamnya pundi-pundi,” papar Tatang.

Tasikmalaya juga mempunyai sineas yang lumayan banyak. Bahkan menurut Tatang, sineas Tasikmalaya menjadi salah satu yang diperhitungkan. Karena ada yang menjadi juara dalam kontes tingkat Jawa Barat bahkan nasional.

“Bahkan banyak juga youtuber yang kontennya itu lebih ke ficer. Dalam arti struktur dramatiknya jelas. Tidak seperti konten-konten yang biasa-biasa,” lanjutnya.

Karena itu, sebagai seniman, Tatang sangat berharap adanya sistem pendukung dari pemerintah. Ia bersyukur karena belum lama ini pernah mengemuka wacana soal pembentukan Perda tentang Kebudayaan.

“Perda ini juga salah satu kepedulian terhadap seni dan budaya, yang di dalamnya ada perfilman,” Tatang menandaskan.

  • Bagikan