Sunat Bansos Saat Pandemi, Warga Kabupaten Tasikmalaya Malu

  • Bagikan

KAPOL.ID –
Dugaan kasus sunat bansos di Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 50 % ke sang pengusung, warga setempat malu.

Apalagi masih hangat di benak banyak pihak, kasus serupa pada tahun 2018 lalu.

Salah satunya Titan Badru Rahman (26) tokoh pemuda asal Desa Singasari Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Ia mengaku prihatin potongan sebanyak 50 % terjadi kembali. Meskipun pada tahun 2018 lalu sudah menyeret pejabat ke hotel prodeo

“Jelas sangat prihatin lah, di tengah musibah covid, ini masalah bansos terulang,” ujar Titan ketika bertemu KAPOL.ID, Minggu (21/02/2021) malam.

Padahal lanjut Titan, bansos dana hibah untuk yayasan itu sah-sah saja. Tetapi sekarang, banyak masyarakat juga yang sangat membutuhkan.

“Jika datangnya seperti ini terus, akan menjadi bahan pecemburan setiap warga.”

“Apalagi yang benar-benar kena dampak dari covid tidak sedikit,” katanya.

Ia berharap baik pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten Tasikmalaya harus bisa memilah dana yang akan dialokasikan.

Terutama tepat sasaran dan bisa membantu kebutuhan masyarakat khususnya dari segi finansial.

“Saya pribadi jelas malu karena saya orang Kabupaten Tasikmalaya,” jelasnya.

Senada dengan itu, Gilang (34) salah satu warga Mangunreja mengaku miris.

“Daripada buat korupsi, lebih baik bagikan saja ke setiap fakir miskin saja. Di Kabupaten Tasikmalaya itu banyak,” Katanya.

“Jelas malu karena kejadian sunat yang tahun 2018 sangat tak pantas terjadi di kota religius ini,” tegasnya.***

  • Bagikan