KABAR PEDESAAN

Tranformasi Sarimekar: Membangun Pangan, Memoerluas Wikayah, Dan Memelihara Integrutas Di Bawah Nakhoda Usep Saepudin

×

Tranformasi Sarimekar: Membangun Pangan, Memoerluas Wikayah, Dan Memelihara Integrutas Di Bawah Nakhoda Usep Saepudin

Sebarkan artikel ini

KABAR PRIANGAN ONLINE – Berdiri megah di jantung kawasan strategis Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Desa Sarimekar kini melangkah melampaui statusnya sebagai kawasan penyangga di lingkar Waduk Jatigede.

Dengan populasi mencapai 7.357 jiwa terbesar di Kecamatan Jatinunggal, Sarimekar mentransformasikan diri menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri, berdaya saing tinggi, dan berdikari.

Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Usep Saepudin, kepemimpinan visioner yang berakar pada spirit gotong royong berhasil memadukan swadaya masyarakat dengan efisiensi tata kelola publik. Keberhasilan sinergi ini dibuktikan lewat raihan penghargaan Juara II Tingkat Provinsi Jawa Barat dalam ajang Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM).

Langkah strategis Desa Sarimekar senantiasa digerakkan oleh filosofi tata kelola yang kokoh dan berorientasi pada pengabdian:

Motto Desa: Sarimekar BISA

Visi & Misi: Bekerja, Inovatif, Sejahtera, dan Amanah (BISA)

Struktur perekonomian Sarimekar berdiri di atas potensi alam agraris yang subur dan pilar perairan Bendungan Jatigede. Menyikapi tantangan iklim global, Pemerintah Desa bergerak responsif bermitra dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang untuk mengamankan produktivitas 150 hektare lahan pertanian dari ancaman kekeringan.

Sektor Unggulan Ekonomi Desa

Pengelolaan ratusan hektare sawah dan tegalan produktif.

Optimalisasi pasokan air kawasan Cipari untuk budidaya ikan yang terintegrasi dengan peternakan domba, sapi, dan unggas.

Penetrasinya industri olahan makanan kreatif, jaringan perdagangan, serta jasa konstruksi lokal yang kian bergairah.

Inovasi Ekowisata dan Pemekaran Wilayah Strategis

Untuk mengakselerasi potensi lokal, Usep Saepudin menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PKBM Insan Motekar dalam merancang kawasan Mina Wisata Cipari sebagai destinasi rekreasi perairan terpadu.

Pada saat bersamaan, penataan Bumi Perkemahan (Buper) Sarimekar di Kampung Sukamanah terus dipacu menjadi pusat ekowisata berbasis komunitas.

Menjawab laju pertumbuhan penduduk serta dinamika tata kelola pemerintahan, kepemimpinan desa sukses mendorong penetapan landasan hukum Pembentukan Desa Persiapan Pasirpadang.

Pemekaran wilayah ini menjadi tonggak sejarah untuk mendekatkan jangkauan pelayanan birokrasi, mempercepat pemerataan pembangunan, dan memperkuat kesejahteraan warga.

Kepemimpinan Berbasis Nilai: Mengabdi Lewat Keikhlasan

Keberhasilan pembangunan fisik dan ekonomi di Desa Sarimekar berjalan selaras dengan pembentukan karakter aparatur dan masyarakatnya. Dalam berbagai kesempatan, Usep Saepudin senantiasa menekankan pentingnya etos kerja yang berlandaskan integritas, kerendahan hati, dan nilai spiritualitas.

“Bekerjalah dengan hati ikhlas. Jangan pernah mengeluh dengan pendapatan. Tidak ada hal besar jika tidak dimulai dari hal kecil, karena yang kecil akan menjadi besar pada waktu yang tepat,” tutur Usep Saepudin.

Beliau mengingatkan bahwa pergeseran niat dalam bekerja sangat menentukan kedamaian batin seseorang saat menghadapi tantangan.

“Jika niatmu hanya uang, maka kamu akan lelah tiap kali merasa kurang. Tapi jika niatmu ibadah, sekecil apa pun hasilnya, hatimu akan tetap lapang. Apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu untuk Tuhanmu, bukan manusia. Dengan demikian, hidup menjadi jauh lebih ringan dan bermakna.”

Sinergi antara ketahanan pangan, daya dukung demografi, inovasi pariwisata, pemekaran wilayah, serta fondasi spiritualitas yang kuat menegaskan posisi Desa Sarimekar sebagai role model pembangunan desa masa depan di Kabupaten Sumedang sebuah perwujudan desa yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.***