Terhubung dengan KAPOL

KANAL

32 Anak di Kutawaringin Salawu Alami Krisis Identitas

|

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Prihatin dengan kondisi anak-anak yang ada di MI Bahrussalam di Desa Kutawaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya bergerak untuk memberikan bantuan.

Pasalnya di MI Bahrussalam ditenggarai puluhan anak mengalami krisis identitas, karena keberadaan orang tua kandung mereka tidak diketahui dan menyulitkan si anak mendapatkan hak identitas berupa kartu keluarga dan akta kelahiran.

Setidaknya ada 32 anak yang mengalami krisis identitas dan sama sekali tidak memiliki kartu keluarga dan akta kelahiran.

Termasuk juga masa depan mereka masih tergolong suram. Bahkan empat anak di antaranya dalam kondisi lumpuh dan butuh bantuan kursi roda.

Atas kondisi itu KPAID Kabupaten Tasikmalaya membantu meringankan beban anak-anak dengan memberikan bantuan berupa alat tulis, buku iqro dan juga uang tunai kepada anak-anak tersebut.

Kepala MI Bahrussalam l, Asep Mansur SPd mengatakan kondisi anak-anak di sekolahnya butuh perhatian serius agar mereka memiliki kepercayaan diri yang kuat sehingga tidak merasa minder karena tidak memiliki identitas resmi dari pemerintah.

“Sebanyak 32 anak memang mengalami krisis identitas dan ini butuh suport dari berbagai pihak agar mereka tidak merasa minder. Empat anak lainya lumpuh tidak bisa berjalan,” katanya.

Ia mengaku bersyukur adanya kepedulian dari pihak KPAID Kabupaten Tasikmalaya yang memberikan bantuan kepada anak-anak.

Diharapkan ada banyak uluran tangan dari pihak lain untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi anak-anak. Karena saat ini pun anak-anak ditampung di rumah rumah penduduk.

“Anak-anak saat ini hidup bersama warga setempat dengan segala keterbatasannya. Ini butuh solusi demi masa depan mereka,” katanya.

Nevi Risvianty, Amd selaku Koordinator kegiatan dari KPAID Kabupaten Tasikmalaya mengatakan bantuan yang disalurkan kepada anak-anak berasal dari para donatur yang memicu kepedulian untuk membantu nasib anak-anak di Kutawaringin yang mengalami krisis identitas.

Ia berharap apa yang dilakukan saat ini bisa terus berlanjut agar anak-anak yang ada di Kutawaringin bisa terselamatkan dan memiliki masa depan yang jelas. Sehingga mereka bisa tersenyum lebar bagaimana anak-anak lainya yang identitas keluarganya jelas.

“Kami terua berusaha agar kegiatan yang dilakukan saat ini bisa terus berlanjut. Sehingga anak anak terlantar yang ada di Kutawaringin bisa terselamatkan dan memiliki masa depan gemilang,” katanya.(KP-03)***

Diskusikan di Facebook

Silakan mengirim pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *