KAPOL.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya sejatinya memiliki cikal bakal kawasan wisata terpadu sekaligus terminal rekreasi. Terletak tidak jauh dari kompleks perkantoran pemerintah, bernama Taman Wisata Ciwulan.
Sayangnya, Taman Wisata Ciwulan sudah lama terbengkalai. Proses pembanguannya mangkrak sejak 2017. Padahal sudah menelan anggaran hingga miliaran rupiah.
Selama bertahun-tahun hanya rumput liar dan ilalang yang tumbuh. Tingginya ada yang sampai menyamai tinggi orang dewasa.
Merasa sayang dengan potensi yang ada, Pemkab Tasikmalaya kini kembali melirik Taman Wisata Ciwulan. Ada harapan untuk kembali membangkitkannya lagi.
Salah satu strateginya, untuk tahap awal Pemkab Tasikmalaya akan menanam ratusan pohon durian unggulan. Paling tidak dua jenis dulu: Musang King dan Duri Hitam.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi mengemukakan bahwa penanaman pohon durian memang tidak akan menghabiskan semua lahan Taman Wisata Ciwulan. Hanya di lahan-lahan tertentu yang ke depan tidak akan mengganggu rencana awal taman tersebut.
Asep Sopari juga menekankan bahwa program tersebut bukan sekadar untuk penghijauan. Ia berharap ke depan justru menjadi pusat edukasi dan konservasi lingkungan hidup.
“Penanaman durian ini hanya langkah awal untuk menghidupkan kembali kawasan Taman Wisata Ciwulan. Nanti, kebun durian hanya pelengkap. Tujuan utamanya tetap untuk membangun wahana edukasi tata kelola lingkungan,” ujar Asep Sopari, Jumat (27/2/2026).
Pemilihan pohon durian juga bukan tanpa pertimbangan. Justru karena buah durian memiliki daya tarik tinggi bagi masyarakat, diharapkan ke depan kawasan tersebut dapat banyak pengunjung.
Sekalipun demikian, politikus Partai Gerindra itu menegaskan bahwa fokusnya bukan semata-mata untuk memetik buah. Tapi menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat belajar tentang konservasi, pengelolaan alam, serta kesadaran menjaga lingkungan. Jadi ada dua manfaat: ekonomi dan ekologi.
“Ini juga akan terintegrasi dengan program Tasik Hejo. Kami juga akan melakukan penyebaran benih tanaman keras, penyelamatan sumber mata air, serta penetapan kawasan tangkapan air atau catchment area guna menjaga keseimbangan ekosistem,” lanjut Asep Sopari.
Adapun target lebih jauhnya lagi, Pemkab Tasikmalaya hendak menjadikan Taman Wisata Ciwulan sebagai kawasan untuk habitat berbagai tanaman, ruang terbuka hijau, dan camping ground.
“Dengan konsep ini kami berharap Taman Wisata Ciwulan ini berubah dari lahan tidak produktif menjadi pusat edukasi, konservasi, sekaligus ruang rekreasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” harap Asep Sopari.
Support KAPOL with subscribe, like, share, and comment
Youtube : https://www.youtube.com/c/kapoltv
Portal Web : https://kapol.tv/
Portal Berita : https://kapol.id/
Facebook : https://www.facebook.com/kabar.pol
Twiter : https://twitter.com/kapoltv








