KANAL

Trah Pejuang di Balik Layar HIMPUDA BC: Asep Abdullah Sopari dan Warisan Darah Syuhada

×

Trah Pejuang di Balik Layar HIMPUDA BC: Asep Abdullah Sopari dan Warisan Darah Syuhada

Sebarkan artikel ini

SUMEDANG, KAPOL.ID – Estafet kepemimpinan di kawasan strategis Bendungan Cipanas kini berada di tangan sosok yang memiliki akar sejarah mendalam. Asep Abdullah Sopari, putra asli Desa Karanglayung, resmi menahkodai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Himpunan Putra Daerah Bendungan Cipanas (HIMPUDA BC). Bagi Asep, jabatan ini bukan sekadar legitimasi organisatoris, melainkan sebuah manifestasi dari “genetika perjuangan” yang diwariskan para leluhurnya.

Latar belakang Asep bukanlah deretan silsilah biasa. Ia merupakan cicit dari dua tokoh sentral di masa revolusi fisik kemerdekaan Indonesia di tanah Sumedang, yakni Iding Mukdas (Sekdes Cibubuan & Karanglayung) dan Somawijaya (Lurah RI Cibubuan tahun 1949). Keduanya merupakan pahlawan lokal yang teguh berdiri di garis depan saat kedaulatan bangsa dipertaruhkan.

Catatan sejarah keluarga ini mencapai titik paling heroik sekaligus emosional ketika sang leluhur gugur sebagai syuhada. Dalam sebuah fragmen perlawanan melawan kolonialisme, kakek buyut Asep gugur di ujung senapan tentara Belanda.

Momentum tersebut tercatat terjadi bersamaan dengan gugurnya tokoh militer legendaris Sumedang, Mayor Abdurrahman. Kesamaan waktu dan palagan perjuangan ini mempertegas bahwa keluarga besar Asep Abdullah Sopari berada dalam lingkaran inti perlawanan semesta terhadap penjajahan di masa lampau.

Kini, melalui bendera HIMPUDA BC, Asep seolah menghidupkan kembali spirit perlawanan tersebut dalam format yang berbeda. Jika dahulu leluhurnya berjibaku melawan peluru demi kemerdekaan fisik, kini Asep bertarung di ranah sosial dan ekonomi.

Visi utamanya jelas: memastikan putra daerah di kawasan Bendungan Cipanas tidak menjadi penonton di tanah sendiri. Ia bertekad memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan kehormatan warga lokal di tengah derasnya arus pembangunan wilayah.

“Kepemimpinan ini adalah amanah yang berakar pada sejarah. Kami tidak hanya membawa nama organisasi, tapi juga memikul kehormatan para leluhur yang telah mewakafkan nyawa untuk tanah ini,” ujar salah satu rekan dekat Asep yang menggambarkan filosofi kepemimpinan sang Ketua.

Kehadiran Asep Abdullah Sopari sebagai Ketua Harian HIMPUDA BC membawa harapan baru bagi masyarakat Conggeang dan sekitarnya. Dengan latar belakang sejarah keluarga yang bersih dan berani, langkah-langkah strategisnya dipandang sebagai bentuk keberlanjutan pengabdian untuk membangun daerah sekaligus menjaga martabat putra bangsa di era modern.

Perjuangan belum usai; ia hanya berganti rupa dari medan gerilya menuju meja-meja pemberdayaan masyarakat. (GUH)***