PESANTREN

Mengalirkan Keberkahan Mandiri: Pengeboran Sumber Air Berkah di Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah Sumedang

×

Mengalirkan Keberkahan Mandiri: Pengeboran Sumber Air Berkah di Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah Sumedang

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Pondok Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah, Abuya Prof. Dr. (H.C.) K.H. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, M.A.

KABAR PRIANGAN ONLINE — Suasana penuh rasa syukur melingkupi keluarga besar Pondok Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah Pusat, Kabupaten Sumedang. Sebuah anugerah berupa sumber air bersih melimpah berhasil dihadirkan melalui rampungnya proses pengeboran tanah di lingkungan pesantren.

Pembangunan sarana air bersih ini lahir dari kolaborasi dan khidmah tulus seorang jemaah, Bapak Gunawan, yang mengerahkan keahlian teknisnya demi kemaslahatan bersama. Atas izin Allah SWT, ikhtiar tersebut membuahkan hasil dengan terpancarnya debit air yang besar, jernih, dan berkualitas tinggi.

Pimpinan Pondok Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah, Abuya Prof. Dr. (H.C.) K.H. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, M.A., mengungkapkan rasa syukur mendalam atas selesainya sumur bor ini. Air melimpah tersebut diproyeksikan tidak hanya untuk sarana bersuci dan kebutuhan harian santri, tetapi juga diniatkan seluas-luasnya bagi kepentingan kemanusiaan serta masyarakat sekitar.

*Pesan dan Harapan Abuya KH. Muhidin*

“Alhamdulillahirabbil ‘alamin… Pada hari ini, Rabu 5 Agustus, Abuya mendapatkan anugerah dari Allah SWT melalui wasilah salah satu jemaah yang ikut berkhidmah, Bapak Gunawan. Pengeboran tanah telah selesai dan alhamdulillah menghasilkan air yang sangat bagus serta melimpah untuk kepentingan Pondok Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah Pusat Sumedang dan tentunya bagi kepentingan umat.”

*Menjemput Keberkahan Spiritual*

Seusai pengeboran, Abuya memimpin prosesi tabarruk (memohon keberkahan) dengan mencampurkan air khusus ke dalam aliran utama sumur bor. Langkah spiritual ini menjadi simbol harapan agar air yang mengalir senantiasa membawa ketenangan, kedamaian, serta keberkahan fisik maupun rohani bagi siapa pun yang memanfaatkannya.

Air khusus yang dicampurkan tersebut memiliki nilai-nilai spiritual yang tinggi, melingkupi:

Air Zamzam dari Tanah Suci Makkah.

Air rendaman rambut Rasulullah SAW sebagai pautan rasa cinta (mahabbah).

Air dari sumur-sumur bersejarah peninggalan Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah.

Air sumur peninggalan Al-Imam Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (penyusun kitab Maulid Simtuddurar).

Melalui prosesi ini, Abuya menyampaikan doa tulus agar setiap tetes air yang digunakan untuk minum, bersuci, maupun mandi dapat menumbuhkan kesehatan serta mengabulkan niat-niat baik para jemaah.

“InsyaAllah air ini dicampurkan dengan keberkahan dari Rasulullah SAW dan para kekasih Allah. Semoga siapa pun yang minum, mandi, atau tersentuh oleh air ini mendapatkan keberkahan melimpah serta doa-doanya dikabulkan oleh Allah SWT.

Niatkanlah ketika mengambil air dari Pondok Pesantren As-Syifa Wal Mahmudiyah Pusat, bahwa airnya telah dicampuri dengan air rendaman rambut Rasulullah SAW, air sumur peninggalan Nabi di Madinah, serta air sumur para wali Allah. Mudah-mudahan semuanya mendapatkan keberkahan.”

Hadirnya fasilitas air bersih ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai spiritual, gotong royong, dan pelayanan sosial dapat menyatu harmonis demi memberikan manfaat seluas-luasnya bagi santri dan masyarakat luas.***