POLITIK

Masyarakat Komplain, Debat Calon Bupati Tasik Mencekik Kuota

×

Masyarakat Komplain, Debat Calon Bupati Tasik Mencekik Kuota

Sebarkan artikel ini

KAPOL.ID –
Meriahnya debat KPU yang menampilkan keempat pasangan calon Bupati Tasikmalaya melalui media sosial dan televisi dikeluhkan warga, Kamis (05/11/2020).

Selain kendala jaringan seluler, juga permasalahan ekonomi di masa pandemi menjadi alasan

“Menurut saya kurang tepat, selain jaringan sinyal dan tayangan tidak merata,” ungkap Aceng warga Taraju, ketika dihubungi KAPOL.ID.

Ia berharap KPU ini bisa memilih cara penayangan yang lebih tepat dan tidak seperti ini.

“Kalau ini mah kurang enak dan tidak tepat, padahal masyarakat Tasik itu tak sedikit yang ingin tahu akan visi dan misi seorang calon.”

“Jika tidak ada hp android dan parabola, meriahnya debat cuma di lokasi saja,” tandasnya.

Senada dengan itu, Rudi Ubed asal Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya kecewa atas sikap KPU sebagai penyelenggara.

“Jelas kecewa, debat ini hanya bisa dinikmati oleh segelintir warga yang terhitung punya kuota atau android semata.”

Lantas untuk warga atau masyarakat yang tidak memiliki itu hanya bisa gigit jari.

“Tidak semuanya dapat jaringannya, banyak yang tak yang tidak dapat,” jelasnya.

Seharusnya, lanjut dia, KPU itu bisa memilih televisi yang bisa dinikmati masyarakat secara gratis tidak seperti ini.

“Tv lokal, IG dan Live YouTube itu sangat tidak tepat, emangnya KPU mau ngasih kuota,” ungkapnya.

Disamping kendala teknis, Nizar salah seorang pemerhati juga menyoroti soal debat yang miskin data.

“Debat tadi lebih sebagai dengar pendapat miskin argumentasi dengan data. Jawaban calon masih formal, bahkan cenderung normatif dan rikuh,” katanya.

Sementara pengamat politik Tasikmalaya, Maulana Jannah mengatakan debat terasa garing dan mengantuk bagi yang bisa menonton.

“Isu-isunya dangkal, malah membahas BAB ketimbang budaya lokal. Makanya cuma sebentar nonton karena garing,” ucapnya.***