KANAL

Pagar dan Benteng Warga Jalan Galunggung Kota Tasik ‘Rungkad’ Sebagian Gegara Galian Drainase

×

Pagar dan Benteng Warga Jalan Galunggung Kota Tasik ‘Rungkad’ Sebagian Gegara Galian Drainase

Sebarkan artikel ini
Gegara galian drainase sebagian pagar dan gerbang rumah di Jalan Galunggung Kota Tasikmalaya rungkad.*

KAPOL.ID –
Pagar dan gerbang rumah Uyung Aria di Jalan Galunggung Kota Tasikmalaya ‘rungkad’ sebagian.

Diduga akibat galian perbaikan gorong-gorong selama beberapa pekan terakhir di ruas jalan tersebut.

“Kejadiannya sebenarnya sudah beberapa minggu sebelumnya. Sempat diganjal agar tidak runtuh karena pondasinya ikut tergali,” ucap Uyung Aria, Selasa (16/11/2021).

Sebenarnya sebelum kejadian sudah beberapa kali berbicara ke pekerja proyek. Apalagi longsoran penyangga pagar dan gerbang sudah kerap terjadi.

“Lapor ke sana kemari tak ada kepastian, akhirnya rungkad. Ini siapa yang mau tanggung jawabnya.”

“Sudah berminggu-minggu was-was karena rumah tak berpagar, apalagi istri sedang hamil besar,” katanya.

Tak hanya itu, para pedagang di lokasi tersebut pun akhirnya terpaksa pindah karena tak ada pagar.

“Sudah kena imbas PPKM, tambah lagi sekarang. Kasihan pedagang, sekarang malah jadi tidak mau berjualan,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Sandi Lesmana mengatakan akan memanggil pemenang tender proyek tersebut.

“Kita panggil, dan jauh hari sebelum pengerjaan juga sudah diimbau agar melaksanakan pekerjaan tetap memperhatikan dampak terhadap masyarakat,” katanya.

Pihaknya juga memohon maaf selama perbaikan drainase di beberapa ruas jalan pusat kota menyebabkan kemacetan.

“Mohon maaf apabila saat pengerjaan, masyarakat terkena dampak kemacetan. Soal yang di Jalan Galunggung nanti pemenang tender yang mengurus,” ucapnya.

Di Jalan Galunggung Kota Tasikmalaya sendiri bukan kali pertama terdapat dampak negatif terhadap masyarakat.

Sebelumnya pemotor dua pekan ke belakang terjatuh karena material perbaikan drainase tak terlihat pada malam hari.

“Licin dan gak kelihatan kalau ada batu di situ. Jadi ban terpleset padahal pelan-pelan motornya,” kata korban kecelakaan, Fahmi, 1 November lalu. ***