Connect with us

KANAL

Antibisa, Baru Ada di RSUD dr. Soekardjo

|

KAPOL.ID – Penanganan medis khusus gigitan ular berbisa mematikan baru bisa dilakukan di RSUD dr. Soekarjo Kota Tasikmalaya. Pasalnya butuh penanganan khusus serta anti bisa ular.

“Kita di Kota Tasikmalaya, anti bisa ular kami siapkan di RSUD dr. Soekardjo dan dinas kesehatan. Apabila puskesmas membutuhkan bisa langsung meminta ke dinas kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Uus Supangat, Minggu (12/1/2020) malam.

Ia mengatakan baru ada satu jenis SABU untuk semua jenis bisa ular. Anti bisa ular sangat spesifik dan perlu kehati-hatian ekstra.

“Mengingat komplikasi yang muncul bisa membahayakan pasien, sementara ini harus ditangani di rumah sakit,” katanya.

Kecuali di daerah rawan dan ada banyak kasus gigitan ular puskesmas disarankan menyediakan anti bisa ular tersebut. Itupun sangat terbatas.

Penggiat Galunggung Reptilians Community (Gretac), Endang Gretac mengatakan apabila digigit ular kobra ataupun yang berbisa mematikan hendaknya mendahulukan penanganan medis. Sebab dalam hitungan jam pasca terpatuk tanpa anti bisa dapat sebabkan kematian.

“Sebab bisa ular itu menyerang melalui kelenjar getah bening, bukan menjalar dari aliran darah. Jadi kalau di-beset, dikenyot tidak memberikan pengaruh. Pasca gigitan sebaiknya tidak banyak bergerak karena dapat mempercepat dampak bisa,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, salah seorang warga Singkup Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya Emuh (74) diduga meninggal akibat dipatuk ular kobra malam minggu lalu. ***

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *