Connect with us

KABAR PEDESAAN

Desa Mandiri di Provinsi Jabar Naik 202 Persen

|

Koordinator Pendamping Provinsi (KPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Jawa Barat, Drs. Cecep Kholiludin
Desa mandiri tahun 2019 hanya berjumlah 98 desa, pada tahun 2020 ini bertambah menjadi 269 desa.

KAPOL.ID – Sedikitnya 269 desa di Jawa Barat kini berstatus Mandiri. Peningkatan lebih dari 200 persen dibanding tahun 2019 yang hanya 98 desa. Pencapaian luar biasa ini berhasil diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan masing-masing pemerintah kabupaten.

Dari total 5312 desa, pada tahun 2019 desa tertinggal di Jawa Barat sebanyak 326, pada tahun ini tinggal 121 desa.

Untuk desa berkembang ada 3.656 pada tahun 2019 dan tahun 2020 ini berjumlah 3.290. Kemudian tahun 2019 ada 1.232 desa maju, dan di tahun ini menjadi 1.632.

Sedangkan, untuk desa mandiri di tahun 2019 hanya berjumlah 98 desa, pada tahun 2020 ini bertambah menjadi 269 desa.

Koordinator Pendamping Provinsi (KPP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Jawa Barat, Drs. Cecep Kholiludin mengatakan, capaian ini tak lepas dari sejumlah program pembangunan desa yang terlaksana dari pemerintah pusat melalui Dana Desa, terobosan Pemrov Jabar dengan program Jabar Juara Lahir Batin, dan masing-masing pemerintah kabupaten.

“Kenaikannya 202 persen untuk status Desa Mandiri di Jabar. Ini suatu yang luar biasa. Pembangunan desa di Jawa Barat bisa dibilang berhasil,” ungkap Cecep, di Kantor KPP P3MD Jabar, Jumat (03/07/2020) seperti dilansir Jabarnews.

Lanjutnya, yang menjadi parameter penting dalam mengukur kenaikan status Desa ini adalah seberapa besar peningkatan Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan di desa tersebut.

Bidang ekonomi, beberapa di antaranya diukur dari peningkatan daya beli masyarakat dan kinerja Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa), serta Pendapatan Asli Desa (PADes). Lalu bidang sosial, antaranya dilihat dari pemerataan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan agama.

Sedangkan bidang lingkungan, dilihat dari peningkatan pembangunan infrastruktur seperti jalan, irigasi, drainase, dan MCK, serta lingkungan hidup, dibanding dengan tahun sebelumnya.

“Peningkatan ketiga bidang tersebut yang menjadi paremeter status desa, tentunya tidak lain karena program-program pembangunan yang masuk, baik dari Pusat maupun dari Pemprov dan Pemkab,” jelas Cecep.

Cecep juga menjelaskan bahwa dalam konteks pembangunan pemerintah Provinsi Jabar yang dipimpin Gubernur Ridwan Kamil, salah satu tujuannya membangun desa telah menunjukkan hasil yang luar biasa.

Beberapa program yang diturunkan oleh pemprov yang mempengaruhi terhadap peningkatan status desa tersebut selain anggaran Bantuan Provinsi, ada juga seperti program Patriot desa, Program rutilahu, One Pesantren One Product (OPOP), desa digital, dan lainnya, telah mampu mengakselerasi pembangunan desa.

“Pencapaian luar biasa, kayaknya harus ada syukuran bareng Pak Gubernur Ridwan Kamil nih,” ucap Cecep.

Untuk diketahui, setiap desa di Jawa barat telah melakukan proses pendataan Indeks Desa Membangun (IDM) 2020. Kegiatan ini difasilitasi oleh seluruh Pendamping Desa yang ada di masing-masing kabupaten. Proses tersebut telah dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2020 dengan mengukur data tahun 2019.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *