Dialektika Visi-Misi, Harus Menjadi Atmosfer Pilrek Unsil

KAPOL.ID –
Ketua IKA Fisip Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya Sandra M. Firdaus menyikapi perhelatan Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsil yang tengah berlangsung.

Adanya tiga calon rektor dari luar Unsil harus dimaknai sebagai perkembangan demokrasi kampus yang positif, dengan pilihan yang lebih kompetitif dan seharusnya menambah atmosfer intelektual-akademik.

Di mana adu konsep, gagasan dan visi misi adalah jalan satu-satunya menjadi Rektor Unsil.

“Isu yang membenturkan calon internal dan eksternal adalah isu kontraproduktif justru merongrong nuansa demokratis-inteletual-akademik kampus,” katanya kepada KAPOL.ID, Minggu (16/1/2022).

Saat ini, kata dia, Pilrek Unsil memasuki tahap pengumpulan visi misi pada 19 Januari 2022 nanti.

Tahap ini adalah tahap krusial, di mana senat sekaligus publik akan mengetahui bagaimana pikiran-pikiran para calon rektor ini tentang Unsil kedepan.

“Harapan kami, Rektor terpilih punya pikiran-pikiran cemerlang, gagasan dan program yang progresif punya jejaring yang kuat baik di level nasional, regional dan internasional,” ucapnya.

Pimpinan sebuah perguruan tinggi, lanjut dia, bukan hanya dimaknai sebagai pemimpin simbolik.

Tetapi mempunyai strategi, kemampuan manajerial yang kuat, mampu menjalin silaturahmi dan kerjasama dengan berbagai pihak, dan memiliki jaringan luas.

“Apalagi Unsil terbilang belia menyandang status negeri. Sudah saatnya lepas landas, inilah momentumnya.”

“Ini hanya bisa dicapai oleh pemimpin yang punya visi, punya koneksi luas, lincah dan kredibel,” tambahnya.

Sekretaris IKA Fisip Unsil, Roni Romansyah, mengatakan pembangunan dan pengembangan akademik yang sehat mutlak.

Terutama pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi lokal, juga nasional bahkan internasional.

“Dan ini hanya bisa dilaksanakan oleh figur yang kuat yang punya jejaring luas dalam pengembangannya. Kami tegaskan dialektika harus menjadi atmosfer utama dalam Pilrek.”

“Siapapun yang terpilih nanti adalah kemenangan pikiran, kemenangan gagasan, kemenangan konsep dan kemenangan visi misi,” ujarnya.***