oleh

Kabupaten Tasikmalaya Bebas Nyamuk Malaria

KAPOL.ID—Kabupaten Tasikmalaya mendapat kepastian bebas nyamuk malaria. Kementerian Kesehatan RI sudah menyerahkan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Seksi Pengendalian Malaria Kementerian Kesehatan RI, Helen Dewi Pramoswari menyerahkan Sertifikat Eliminasi Malaria pada Senin (11/1/2021). Kebid P2P Dinkes Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi menerimanya di aula kantor Dinkes.

“Sebetulnya penetapannya sudah dilakukan sejak tahun lalu, tanggal 9 Maret 2020 oleh Menteri Kesehatan, Dr. Terawan. Waktu itu di Bali,” ujar Helen kepada kapol.id.

Helen juga mengemukakan kalau target sertifikasi eliminasi malaria dapat terselesaikan tahun 2030, untuk semua kabupaten/kota se-Indonesia. Meskipun ia sendiri mengakui tingkat kesulitan dalam prosesnya.

Dalam pendataan Seksi Pengendalian Malaria Kementerian Kesehatan, sejauh ini endemis malaria masih ada di Indonesi. Sebagian besar di Indonesia bagian timur. Perbandingannya, sekitar 86 persen di wilayah timur sedangkan sisanya (14 persen) tersebar di wilayah lain.

“Jadi tidak mudah juga bagi suatu daerah untuk mendapatkan Sertifikat Eliminasi Malaria. Karena ada beberapa poin yang menjadi indikatornya,” lanjut Helen.

Indikator yang Helen maksud antara lain annual parasite incidence (API) suatu daerah mesti kurang dari 1 per 1000 penduduk. Selanjutnya slide positive rate-nya kurang dari 5% dan tidak ada kasus indigenous selama tiga tahun berturut-turut.

“Kabupaten Tasikmalaya sudah memenuhi kriteria tersebut. Penyelidikan epidemiologi secara terus-menerus memastikan bahwa dalam tiga tahun terakhir tidak ada kasus malaria yang nyamuknya berasal dari wilayah sini,” terangnya lagi.

Warga yang mengidap penyakit malaria memang masih ada di Kabupaten Tasikmalaya. Tetapi penyebabnya bukan gigitan nyamuk malaria yang ada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

“Bisa jadi itu dari luar. Misalnya orang kerja di luar, seperti di Indonesia wilayah timur, kemudian datang ke Tasikmalaya dan ternyata penyakitnya kambuh di sini,” Helen menandaskan.

Dengan adanya Sertifikat Eliminasi Malaria, Kabid P2P Dinkes Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi merasa lega. Setidaknya ia dapat ikut berbangga hati atas pencapaian Kabupaten Tasikmalaya di bidang kesehatan.

“Tadinya memang di kita ada daerah endemis malaria, yaitu di Kabupaten Tasikmalaya bagian selatan. Alhamdulillah, sekarang sudah terbebas. Kalaupun ada yang sakit (malaria), dapat dipastikan itu bukan indigenous, melainkan impor,” tandas Atang.

Komentar