KANAL  

Masih Ada Kerumunan di Sekolah, Satgas Covid-19 Minta Prokes Lebih Ketat

Sejumlah petugas Satpol PP melakukan pemantauan penggunaan protokol kesehatan di SMPN 1 Singaparna. Pemantauan berkaitan dengan pemberlakuan pembelajaran tatap muka di sekolah.

KAPOL.ID–Sekolah-sekolah di Kabupaten Tasikmalaya akhirnya melakukan pembelajaran tatap muka. Secara regulasi, Bupati Tasikmalaya telah menerbitkan intruksi nomor 11 tahun 2021, tertanggal 20 Agustus 2021.

Menindaklanjuti hal tersebut, Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah per Selasa (24/8/2021). Meski baru ke sekolah-sekolah di wilayah Singaparna.

Kabid Trantibum Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya, Dindin mengemukakan bahwa pemantauan bertujuan untuk memastikan penggunaan protokol kesehatan di sekolah, baik di satuan pendidikan SD maupun SMP.

“Pada dasarnya untuk tingkat sekolah dasar memang sudah begitu baik. Tapi untuk sekolah-sekolah SMP itu masih kurang sempurna sesuai dengan protokol kesehatan,” terang Dindin setelah berkeliling melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah.

Dindin menduga bahwa lemahnya pemberlakuan protokol kesehatan di satuan pendidikan SMP karena faktor kurangnya sosialisasi. Sehingga anak didik masih banyak yang abai, seperti berkerumun. Atau boleh jadi juga anak didik yang kurang memerhatikan.

Dengan melakukan pemantauan, Dindin berharap ke depan anak didik bisa lebih patuh. Tentu pihak Satgas juga menekankan pihak sekolah supaya lebih getol memberi pengarahan kepada anak didiknya, serta lebih ketat protokol kesehatannya.

“Terutama kepada kepala sekolah, kami meminta agar lebih menekan anak didiknya supaya tidak berkerumun, memakai masker, dan protokol kesehatan lainnya; terutama yang siswanya lebih banyak. Apalagi kan katanya varian Delta ini lebih cepat penularannya,” lanjutnya.

Satgas akan terus memantau sekolah-sekolah. Karena personilnya terbatas, kata Dindin, pihaknya akan membagi jadwal bagi pemantau. Dalam hal ini Satpol PP akan terus berkoordinasi dengan semua pihak yang tergabung dalam Satgas tingkat kabupaten.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan gugus tugas yang ada di tingkat kecamatan. Begitu juga sesuai intruksi bupati akan dibentuknya Satgas Milenial. Mudah-mudahan nanti lebih efektif lagi, sehingga kami memantau dari tingkat kabupaten lebih mudah,” tandasnya.

Di pihak lain, Kepala Sekolah SMPN 1 Singaparna, Dadang Suherman mengaku bahwa terjadi kerumunan siswa pada saat Satgas memantau ke sekolahnya karena kebetulan pada saat itu sedang ada pembagian baju seragam.

“Kerumunan ini sebetulnya di luar dugaan. Karena sedang pembagian baju seragam, jadi yang baru keluar dari ruangan langsung mengambil baju ke koperasi. Kemarin nggak ada kerumunan seperti ini,” terang Dadang.

Untuk mengantisipasi kerumunan, lanjut Dadang, pihak sekolah telah menyusun jadwal tiap kelas belajar tatap muka selama dua hari, bergiliran dengan kelas lain. Selain itu, setelah selesai belajar, siswa diperintahkan langsung pulang ke rumah.