Kota Bandung Siap PTM Terbatas, Harga Seragam Sekolah Stabil

  • Bagikan
Sejumlah orang tua berbelanja seragam sekolah di Pasar Ujungberung. Mereka bersiap menyambut pembelajaran tatap muka terbatas. (Foto: kapol.id/Megi Minati Dwi Putri)

KAPOL.ID–Sekolah di Kota Bandung akan segera melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Para orang tua siswa juga ikut melakukan berbagai persiapan. Salah satunya membeli seragam sekolah.

Toko seragam sekolah di pasar Ujungberung, Kota Bandung, ikut merasakan dampak positifnya. Sarah (26), karyawan salah satu toko, mengungkapkan bahwa sudah seminggu terakhir daya beli konsumen mulai sedikit meningkat, meski tidak signifikan.

“Untuk toko ini, daya belinya belum seperti kaya waktu belum ada virus, kan lumayan rame. Kalo sekarang stabil sih,” ucap Sarah, Selasa (7/9/2021).

Meski ada kenaikan daya beli, kata Sarah lebih lanjut, tidak ada kenaikan harga seragam sekolah. Pihaknya masih menggunakan harga lama yang berlaku sekitar tiga tahun ke belakang.

Sarah mengakui bahwa PPKM darurat menghadirkan kesulitan. Namun sebisa mungkin tokonya tetap memiliki pendapatan yang konsisten. Salah satu siasatnya dengan menjajakan barang dagangan di berbagai cabang wilayah serta via online.

“Untuk mensiasatinya kami membuka usaha online juga, cuma sedikit. Kebanyakannya cabang sih, kalo cabang allhamdulilah udah banyak” lanjutnya.

Salah seorang pembeli seragam sekolah, Nur Linda (42) mengaku sengaja membeli seragam sekolah anaknya yang selama dua tahun ini menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Seragam yang lama sudah tidak muat.

“Saya ke pasar untuk membeli seragam anak saya yang SD, karena sudah tidak muat. Sejak pandemi kebanyakan di rumah, jadi badannya membesar,” ucap Nur Linda.

Orang tua siswa juga antusias menyambut PTM, meski masih terbatas. Bagi mereka, pembelajaran jarak jauh kurang efektif. Meski demikian, orang tua berharap agar sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan, demi terjaminnya keamanan dan keselamatan siswa.

“Kalo saya sih setuju-setuju saja, yang penting sekolah sudah memenuhi kriteria untuk melaksanakan PTM dan menerapkan Prokes, karena belajar di rumah kurang efektif dibanding di sekolah. Makanya, saya setuju,” Linda menandaskan.

Reporter: Megi Minati Dwi Putri

Editor: Amin R. Iskandar

  • Bagikan