OPINI  

Materi Kepramukaan Berbasis Augmented Reality

Dian Sugiana,S.Pd.
Wakabinawasa Kwartir Ranting Cibalong
Kwarcab. Kab. Tasikmalaya

Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan demi kemajuan bersama, maka penulis ungkapkan Alhamdulillah karena bisa turut membantu memberikan wacana sebagai warna bagi Gerakan Pramuka untuk pembinaan generasi pramuka sekarang dan mendatang.

Latar belakang dari ide penulis antara lain : Pertama, di era revolusi industri 4.0 ini semua negara tengah berlomba-lomba di segala bidang kehidupan untuk mewujudkan kesejahteraan dalam merespon kemajuan peradaban.

Dewasa ini dengan perlahan tapi pasti semua yang bersifat fisik beralih ke digital. Dalam semua bidang kehidupan semua itu sangat terasa dengan lahir dan berkembangnya aplikasi berbasis teknologi informasi yang mempermudah pencapaian tujuan masyarakat memenuhi kebutuhannya.

Di bidang pendidikan pun hal di atas sudah berlangsung dengan masif dan lambat-laun akan terjadi perubahan dalam pola pembelajaran dan cara belajar sebuah generasi.

Keadaan ini harus direspon dengan cepat oleh semua pihak termasuk gerakan pramuka supaya tidak terjadi ketimpangan antara kemajuan teknologi informasi dengan kelambatan sumber daya manusia dalam pengelolaan percepatan itu.

Kedua, dewasa ini semua perubahan peradaban ini telah bergerak dengan cepat melewati batas waktu, ruang dan negara serta generasi.

Perubahan yang terjadi pada abad ke-21 ini menurut Trilling dan Fadel (2009) yaitu : (a) dunia yang kecil, karena dihubungkan oleh teknologi dan transportasi; (b) pertumbuhan yang cepat untuk layanan teknologi dan media informasi; (c) pertumbuhan ekonomi global yang mempengaruhi perubahan pekerjaan dan pendapatan;

(d) menekankan pada pengelolaan sumber daya: air, makanan dan energi; (e) kerjasama dalam penanganan pengelolaan lingkungan; (f) peningkatan keamanan terhadap privasi, keamanan dan teroris; dan (g) kebutuhan ekonomi untuk berkompetisi pada persaingan global.

Ketiga, pesatnya perkembangan teknologi dan informasi melalui internet telah membawa dampak terhadap adanya inovasi pada model dan media pembinaan materi pada organisasi di semua lini.

Keempat, potensi kemampuan digital generasi muda saat ini sangat pesat. Seiring banyaknya penggunaan smarphone di kalangan generasi muda.

Kelima, revolusi industri 4.0 menuntut semua yang bersifat fisik beralih ke digital termasuk dalam hal ini adalah materi kepramukaam.

Dengan segala kerendahan hati dan untuk diketahui bahwa penulis telah menjalani kiprah menjadi seorang pramuka dan bekal pengalamannya sampai saat ini.

Gerakan Pramuka adalah salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang pembinaan karakter dan keterampilan generasi muda dan dewasa. Organisasi ini harus senantiasa beradaptasi dengan kemajuan peradaban serta generasinya.

Oleh karena itu, dengan segala keterbatasan penulis sajikan ulasan sederhana mengenai pemanfaatan jenis Augmented Reality.

Menurut penulis Augmented Reality (AR) bisa diartikan sebagai integrasi antara dunia nyata dan dunia maya. Maksudnya adalah objek virtual overlayed pada dunia nyata.

Augmented Reality memiliki beberapa jenis jenis diantaranya : Gravimetric AR, Fiduciary maker, Barcodes, Quick Response Code / QR Code, Microsoft Tags, dan Markless AR (Lester, M., 2011).

Jenis Augmented Reality yang penulis sajikan dalam tulisan ini adalah Quick Response Code di singkat QR Code. Istilah QR Code dalam pemahaman penulis yaitu visualisasi berbentuk dua dimensi memuat variasi garis vertikal dan horizontal, membentuk persegi berbasis multimedia yang mampu menunjukkan kecepatan tanggapan atas obyek yang dihadirkan yang bekerja secara overlay melalui smartphone.

Media QR Code ini menurut penulis bisa dijadikan media untuk penyampaian materi kepramukaan oleh pelatih dan bisa pula oleh pembina pramuka. Fungsi cetakan QR Code ini sebagai pemicu (trigger) terhadap tautan yang telah dibuat oleh pembina atau pelatih. Pemanfaatan ini tentunya bisa diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan.

Pada hal lain, di lingkungan kita adakalanya pembina sama dengan pelatih yaitu sama-sama melatih pramuka dan membina organisasi. Untuk memudahkan ulasan tulisan ini, penulis mengistilahkan sama antara pelatih dan pembina.

Berikut ini aktivitas pelatih : (1) membuat bahan ajar pembelajaran tiap materi sesuai kecakapan dalam format dokumen, video pembelajaran, atau menyiapkan bahan tautan dari youtube atau sejenisnya di internet.

Selanjutnya, pelatih membuat semua itu dilanjutkan dengan membuatnya menjadi kode QR melalui website QR Generator. Selanjutnya diunduh kode QR nya, cetak serta dipasang pada lembar kertas atau halaman buku kecil (2) untuk asesmen / penilaian yang akan dilakukan pelatih terkait dengan bahan ajar yang sudah disiapkan haruslah mencakup aspek kognitif, afektif, psikomotor.

Asesmen/ penilaian ini dibuat dalam bentuk google form atau sejenisnya. Selanjutnya dibuat kode QR nya melalui website QR Generator lalu diunduh kode QR nya, dicetak atau dipasang pada halaman lembaran kertas kecil.

Selanjutnya, aktivitas seorang pramuka antara lain : (1) Mengunduh dan memasang aplikasi pembaca QR Code pada smartphone di playstore sebelum pembelajaran dilaksanakan. Jenis aplikasi pembaca QR Code sangat beragam antara lain : QR Droid, QR Code Scanner, QR & Barcode Scanner, dll.

(2) Mengikuti dan mempelajari materi yang telah dibuat pelatih dari hasil scanning kode QR pada lembaran kertas (3) Mengerjakan tugas atau asesmen yang telah tertera pada lembaran atau buku kecil sesuai dengan instruksi pelatih. (4) Menjunjung tinggi kode etik pembelajaran dan kejujuran dalam mengerjakan tugas serta penilaian.

Keutamaan ide ini bagi pelatih adalah adanya bahan materi kepramukaan berupa dokumen, video pembelajaran, dll. yang sudah disesuaikan dengan keperluan latihan pramuka.

Selain itu, media asesmen / penilaian bisa diatasi secara daring dan tidak berbasis kertas dengan analisis pelaporan hasil pembelajaran bisa langsung direspon pramuka dan pelatih.

Terakhir, penulis memahami bahwa tulisan ini banyak kekurangan dan cacat cela jika tidak disertai praktek dan latihan bagi para pembina atau pelatih.

Untuk itu, penulis sangat menyambut hal ini untuk kemajuan organisasi dan generasi muda di masa depan. Jika pembinaan generasi muda dibutuhkan maka kita pun dibutuhkan. Wallohu álam.***