Obat-obatan Sumbang Inflasi Agustus, Harga Telur Terjun Bebas

  • Bagikan
Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Tasikmalaya bahas situasi harga sejumlah komoditi di Balai Kota Tasikmalaya, Kamis (2/9/2021).*

KAPOL.ID –
Meskipun inflasi bulan Agustus tahun 2021 di Kota Tasikmalaya terkendali, komoditas obat-obatan memiliki andil sebesar 3,34%.

“Tekanan inflasi berasal dari obat dengan resep seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 pada bulan Juni hingga Agustus 2021.”

“Tingginya permintaan terhadap obat dengan resep sehingga mengalami inflasi sebesar 3,34%,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Darjana, Kamis (2/9/2021).

Secara umum Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Tasikmalaya mengalami inflasi 0,02%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,08%.

Andil komoditas tomat yang mengalami kenaikan harga disebabkan oleh terbatasnya produksi ditengah tingginya curah hujan.

“Selain itu, daging ayam ras menjadi pemicu inflasi Kota Tasikmalaya yang diakibatkan oleh dampak pengurangan DOC untuk persiapan panen ”

“Sehingga harga daging ayam ras mengalami peningkatan sebesar 3,23% menjadi sebesar Rp32.000/kg atau mencatat inflasi sebesar 2,50%,” jelasnya.

Ia mengatakan, anomali harga telur ayam ras justru berbanding terbalik sepekan terakhir.

Sepanjang Bulan Agustus ini inflasi sebesar 1,30% seiring pelaksanaan bantuan sosial non-tunai sehingga berdampak pada tingginya permintaan.

“Seminggu terakhir harga telur ayam ras turun signifikan di tingkat pasar tradisional maupun produsen,” katanya.

Pantauan KAPOL.ID di Pasar Pancasila Kota Tasikmalaya, beberapa hari terakhir harga telur terjun bebas di bawah Rp 20 ribu per kilogram.

Padahal sepanjang bulan Agustus tahun 2021, rata-rata harga telur mencapai Rp 20-22 ribu perkilogramnya.

Hasil rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Balai Kota Tasikmalaya, jelas dia, sosialisasi dan komunikasi kepada pedagang untuk mengoptimalkan penyerapan produk peternakan lokal.

Serta mendorong business-matching pedagang pasar langsung dengan petani.

“Untuk pemulihan ekonomi daerah, tetap diusulkan penggunaan akses belanja secara online ke pasar tradisional.”

“Dengan mengoptimalkan keunggulan promo yang telah disediakan oleh platform digital,” ucapnya.***

  • Bagikan